Press "Enter" to skip to content

Saham Sektor Perindustrian Dorong Penguatan IHSG

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (2/3) ditutup menguat 20,69 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.359,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,06 poin atau 0,01 persen ke posisi 967,66.

Menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardhiastama penguatan IHSG seiring dengan penguatan indeks saham global yang merespon penurunan dari imbal hasil atau yield obligasi AS di mana pergerakan kenaikan yield menggambarkan kekhawatiran pada pelaku pasar.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun masih stabil di level 1,42 persen hari ini, setelah sempat mencapai level 1,6 persen pada minggu lalu.

Hal tersebut didorong sentimen para pelaku pasar yang percaya bahwa yield obligasi AS naik terlalu cepat di saat inflasi di AS masih cukup rendah, serta kuatnya sinyal dari The Fed untuk terus mempertahankan tingkat suku bunga rendah.

“Pergerakan IHSG cukup terbatas pada hari ini dimana depresiasi rupiah menjadi fokus pelaku pasar,” ujar Okie, Selasa (2/3).

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan mayoritas waktunya berada di zona hijau pada sesi pertama dan sesi kedua perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dimana sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 1,39 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor properti dan real estat masing-masing 1,38 persen dan 0,91 persen.

Sedangkan lima sektor terkoreksi dimana sektor transportasi dan logistik turun paling dalam yaitu minus 1,47 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor teknologi masing-masing minus 0,99 persen dan minus 0,61 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp29,83 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.517.180 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,86 miliar lembar saham senilai Rp14,23 triliun. Sebanyak 225 saham naik, 253 saham menurun, dan 162 saham tidak bergerak nilainya./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *