www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Oktober 2026
Home EKONOMI Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 4,75 Persen
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 4,75 Persen

SUKU BUNGA ACUAN: Pengamat memperkirakan didalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis (22/12) bakal kembali menaikkan suku bunga acuan.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari 4,25 persen menjadi 4,75 persen. Selain bunga acuan, BI juga menaikkan suku bunga deposit fasility dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 4 persen dan 5,5 persen.

“Keputusan ini sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan inflasi yang saat ini terlalu tinggi atau overshooting,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam pengumuman hasil rapat dewan gubernur bulan Oktober 2022 dengan cakupan triwulan yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (20/10).

Selain itu, lanjut dia, keputusan tersebut untuk memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 2-4 persen lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Dengan demikian diharapkan agar rupiah bisa sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat semakin kuatnya mata uang dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

BI pun terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi dengan beberapa langkah lainnya, yakni melalui penguatan operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga acuan.

Kemudian, lanjutnya, memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, melanjutkan penjualan atau pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk memperkuat transmisi kenaikan suku bunga acuan, serta melanjutkan implementasi kebijakan makroprudensial akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha.

Perry Warjiyo melanjutkan langkah lainnya yakni dengan melanjutkan implementasi kebijakan makroprudensial akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan melanjutkan kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan melakukan pendalaman asesmen terkait respons suku bunga kredit baru terhadap suku bunga kebijakan.

“BI juga akan memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendorong digitalisasi perbankan dan Lembaga Selain Bank (LSB),” tambahnya.

Terakhir, sambung dia, BI akan memperkuat kerja sama internasional dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya, serta memfasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

Koordinasi bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus diperkuat dalam rangka menyukseskan enam agenda prioritas jalur keuangan Presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022 dalam pertemuan G20 Leader’s Summit di November 2022./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

SELMA Lippo Icon Gajah Mada, Destinasi Baru Berburu Isi Rumah 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SELMA, penyedia isi rumah di bawah naungan Kawan Lama...

EKONOMI

Perjuangan 3 Guru Maluku Raih Gelar Sarjana, Harus Berburu Sinyal hingga ke Kampung Tetangga

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Keterbatasan jaringan internet tak menyurutkan perjuangan tiga guru asal...

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan
EKONOMI

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan

JAKARTA, Bisnostoday.co.id— PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) meraih dua penghargaan...

Menteri Sarmuji
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji: Rusia Tawarkan Kerja Sama Kapal Ikan dan IT

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Rusia menawarkan kerja sama di bidang kapal penangkap ikan dan...