JAKARTA, Bisnistoday – PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) resmi mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (28/8). Dalam IPO, perusahaan yang bergek di bidang rumah sakit ini meraih dana sebesar Rp60,95 miliar.
Dana hasil IPO tersebut sekitar 48,92 persen akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Selebihnya atau 50,47 persen untuk membeli alat-alat medis dan 0,61 persen untuk modal kerja, modal operasional dan membenli persediaan.
Pada pembukaan perdagangan, saham RSCH naik 34,78 persen berada di level Rp155 per saham atau menyentuh Auto Reject Atas (ARA), dari harga penawaran umum Rp115 per saham.
“Melalui IPO ini kami ingin selalu memberi dampak positif, kami ingin secara konsisten mendukung berjalannya infrastruktur kesehatan di Indonesia yang semakin agresif berkembang. Seiring dengan hal itu, kami berharap ke depan dapat menjadi leading company industri kesehatan di dalam negeri,” ujar Direktur Utama RSCH Junianto
Dalam aksi korporasinya, perseroan melepas sebanyak 530 juta saham baru atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan menawarkan harga umum Rp115 per saham.
Rumah Sakit Tipe C
Junianto menargetkan RSCH Demak menjadi Rumah Sakit tipe C, serta direncanakan akan beroperasi pada Juni 2023 dan memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 130 tempat tidur.
“Potensi Kabupaten Demak sebagai bagian dari aglomerasi Kota Semarang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah akan meningkat secara pesat,” ujar Junianto.
Berdasarkan keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor Kep.47/PM.02/2023 menetapkan saham RSCH sebagai efek syariah.
Dalam IPO, perseroan menunjuk PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan PT Elit Sukses Sekuritas sebagai penjamin emisi efek./







































