JAKARTA, Bisnistoday – Grup Raflesia sebagai pengelola Tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang serta Bakauheni – Tebanggi Besar, maupun Medan-Binjai menghimbau para pemudik pengguna jalan tol trans jawa untuk berangkat lebih awal. Puncak arus mudik diperkirakan belangsung pada 28 Maret 2025, atau H-3 Lebaran 2025.
CEO PT Rafflesia Investasi Indonesia, Moh. Adhi Resza mengutarakan, puncak arus mudik 2025 diprediksi pada H-3 Hari Raya Idul Fitri atau pada Jumat, 28 Maret 2025. Sementara untuk puncak arus balik diprediksi pada H+5 atau pada Minggu, 6 April 2025.
“Rencana penerapan Work Form Anywhere dari Pemerintah pada tanggal 24-27 Maret 2025 berpotensi merubah pola distribusi perjalanan pengguna jalan untuk mudik lebih awal dan diprediksi mulai terjadi peningkatan lalu lintas pada H-10 atau Jumat, 21 Maret 2025,” ungkap Adhi Resza di Jakarta, Kamis (20/3).
Seperti diketahui, PT Rafflesia Investasi Indonesia sebagai platform portfolio Infrastruktur yang dibentuk oleh INA (Indonesia Investment Authority); ADIA (Abu Dhabi Investment Authority) dan APG (Algemene Pensioen Groep) berkomitmen untuk memastikan kelancaran perjalanan bagi para pemudik.
“Sesuai dengan SKB (Surat Keputusan Bersama), kami mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan one way yang yang salah satunya pada ruas kami.”
Adhi Resza mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari puncak kepadatan dan memanfaatkan jalur alternatif jika diperlukan. Selain itu, pemudik diharapkan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat agar perjalanan lebih aman dan nyaman.
“Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dapat diakses melalui media sosial, dan layanan informasi Grup Rafflesia.”
Diskon Tarif Tol
Adhi Resza mengutarakan, bahwa Raflesia Group memberikan diskon 20% bagi pemudik yang melintasi tol trans Jawa secara terusan dari GT Cikatama -Kalikangkung dengan kartu tap yang sama. Pemudik tidak akan dikenakan tarif tambahan jika keluar tol untuk beristirahat, karena sistem tarif tol Trans Jawa menggunakan skema tarif tertutup berdasarkan jarak tempuh.
“Namun, perlu diperhatikan bahwa jalan nasional juga cenderung mengalami kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran, sehingga pemudik dapat menyesuaikan pilihan tempat istirahat dengan kondisi lalu lintas yang ada.”
Guna menyiapkan pelayanan prima, Raflesia Group juga menyiapkan prasarana dan sarana keempat jalan tol yang dikelola secara baik. Selain itu juga, operator juga menyiapkan personel jalan tol yang mumpuni.
“Tim gabungan Grup Rafflesia yang terdiri dari 115 personel untuk ruas Kanci-Pejagan, 307 personel untuk Pejagan-Pemalang, 607 personel untuk ruas Bakauheni-Terbanggi Besar dan 136 personel untuk ruas Medan – Binjai, telah disiagakan untuk mendukung kelancaran operasional selama periode mudik Lebaran.”/




