www.bisnistoday.co.id
Jumat , 10 April 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Kebijakan Tarif Impor AS Guncang Industri Alkes Nasional, Picu Kekhawatiran Pelaku Usaha
Sektor Riil

Kebijakan Tarif Impor AS Guncang Industri Alkes Nasional, Picu Kekhawatiran Pelaku Usaha

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Industri alat kesehatan (alkes) dalam negeri diguncang kebijakan baru tarif impor 19% antara AS-Indonesia yang disertai peniadaan persyaratan TKDN. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan kelangsungan ekosistem alkes nasional di tengah persaingan global.

Fenomena ini membuat para pelaku usaha Alkes memutar otak dan strategi baru. Para ahli menyerukan perlunya kebijakan berimbang yang tidak hanya membuka keran impor, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi dalam negeri.

Sinergi antara produsen lokal, importir, dan pemerintah dinilai kunci untuk menciptakan ekosistem alkes yang kompetitif. Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI) memperingatkan kebijakan ini berpotensi mengganggu iklim investasi di sektor strategis yang menopang target pertumbuhan ekonomi 8%.

“Pemerintah harus menciptakan regulasi yang adil agar pelaku lokal dan impor bisa bersaing sehat,” ujar Ketua Umum HIPELKI Randy H. Teguh, di Jakarta, Selasa (29/7).

Ketua Umum Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Imam Subagyo, berpendapat lain. Ia melihat kebijakan ini sebagai peluang ekspor ke AS dengan skema tarif baru, mengingat Amerika menjadi pasar utama alkes Indonesia.

“Produk AS yang masuk bersifat high-tech dan spesifik, tidak bersaing langsung dengan produksi lokal,” ujarnya.

Namun Randy dari mengkritik, peniadaan TKDN membuat ekosistem alkes semakin keruh dan mengurangi kepercayaan investor. Dia mendesak pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk melindungi industri dalam negeri.

Di sisi lain, pelaku industri mengakui produk high-end seperti alat diagnostik canggih masih harus diimpor dari AS karena keterbatasan teknologi lokal. Kondisi ini memunculkan dilema antara memenuhi kebutuhan kesehatan nasional dan melindungi industri domestik.

Sebagai solusi, HIPELKI mengusulkan insentif fiskal dan program hilirisasi untuk meningkatkan daya saing industri lokal. Langkah ini diharapkan bisa menjembatani kepentingan berbagai pihak sekaligus memastikan kemandirian alat kesehatan nasional di masa depan.

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Budi Santoso
Sektor Riil

Mendag Busan Awasi Ketat Tata Niaga Gula dan Impor Etanol

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah segera memperketat aturan tata niaga gula nasional yang...

Gedung Kemendag
Sektor Riil

Kemendag Terbitkan Aturan Baru Pangkas Hambatan dan Perizinan Ekspor

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah melakukan penyederhanaan proses ekspor melalui revisi dua Permendag...

EKONOMIKorporasiSektor Riil

PalmCo Bersiap Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Terbaru

JAKARTA — Bisnistoday: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mempercepat langkah hilirisasi...

Pasar Terapun
HEADLINE NEWSSektor Riil

Kemendag Jamin Stok dan Harga Bapok Stabil Jelang Lebaran 2026

JAKARTA, Bisnitoday – Pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok)...