Press "Enter" to skip to content

Kinerja Emiten Membaik, IHSG dan Rupiah Menguat

IHSG dan kurs rupiah pada perdagangan Senin (2/8) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (2/8) ditutup menguat 26,5 poin ke posisi 6.096,54. Sementara Indeks LQ45 naik 7,11 poin ke posisi 830,15.

Tim Riset Philip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (2/8) menyebutkan, sentimen positif datang dari prospek peluncuran stimulus fiskal di AS setelah Senat AS kemungkinan besar minggu ini akan meloloskan RUU Belanja Infrastruktur senilai 1 triliun dolar AS yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden. Sebelumnya, Biden telah berhasil meloloskan paket stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS pada awal tahun ini.

Presiden Biden masih berencana meloloskan usulan paket stimulus senilai 3,5 triliun dolar AS yang akan meliputi belanja untuk sektor pelayanan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, dan perubahan iklim.

Laju kenaikan indeks dibatasi oleh kekhawatiran atas gelombang penularan varian Delta COVID-19 setelah aktivitas sektor manufaktur di sejumlah negara Asia mengalami tekanan. Data Manufacturing PMI di negara raksasa ekspor seperti Jepang dan Korea Selatan mencatatkan ekspansi, namun data manufacturing PMI di Indonesia, Vietnam, dan Malaysia bergerak turun akibat pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial yang lebih ketat.

Dibuka menguat, IHSG sempat melemah namun tak lama kembali berada di zona hijau pada sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG dan terus berada di teritori positif hingga akhirnya ditutup naik.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dengan sektor barang konsumen primer naik paling tinggi yaitu 1,76 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor properti & real estat masing-masing 1,07 persen dan 1,01 persen.

Sedangkan empat sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 1,21 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang konsumen non-primer masing-masing minus 0,71 persen dan minus 0,35 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp12,86 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.589.249 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,67 miliar lembar saham senilai Rp13,45 triliun. Sebanyak 243 saham naik, 262 saham menurun, dan 144 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 497,43 poin atau 1,82 persen ke 27.781,02, Indeks Hang Seng naik 274,77 poin atau 1,06 persen ke 26.235,8, dan Indeks Straits Times terkoreksi 11,78 poin atau 0,37 persen ke 3.155,16.

Rupiah Menguat

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.423 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.463 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra seperti dilansir Antara, mengatakan, rupiah sepertinya mendapatkan dorongan dari sentimen global yang positif terhadap aset berisiko.

“Ini terlihat dari pergerakan indeks saham Asia yang ditutup positif, indeks saham Eropa yang dibuka menguat, dan indeks saham berjangka AS yang masih positif. Pasar menanggapi laporan kinerja perusahaan kuartal kedua yang membaik di tengah pandemi,” ujar Ariston.

Sementara itu, lanjut dia, inflasi Juli 2021 yang kembali naik setelah sebelumnya mengalami deflasi, juga memberikan dampak positif ke penguatan rupiah.”Inflasi artinya konsumsi masih bertumbuh,” kata Ariston.

BPS mencatat inflasi sebesar 0,08 persen pada Juli 2021 karena beberapa harga komoditas secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Dengan terjadinya inflasi pada Juli, maka inflasi tahun kalender Januari sampai Juli sebesar 0,81 persen dan tahun ke tahun (yoy) sebesar 1,52 persen./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *