Press "Enter" to skip to content

KPC Translokasi Orangutan ke Hutan Lindung Sungai Lesan Berau

PT Kaltim Prima Coal (KPC) melakukan translokasi Orangutan dewasa bernama Chiko ke Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL), Kabupaten Berau
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Unit Usaha PT BUMI Resouces, PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Centre for Orangutan Protection (COP) dan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Berau Barat berhasil melakukan translokasi Orangutan dewasa ke Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL), Kabupaten Berau.

Orangutan dewasa yang bernama Chiko berusia lebih dari 20 tahun ini awalnya direlokasi dari kawasan sekitar perkantoran Pit Hatari, KPC. Untuk menghindari perubahan perilaku dari Chiko, Balai KSDA
Kaltim memutuskan Chiko untuk ditranslokasikan ke Hutan Lindung yang jauh dari permukiman.  

Proses persiapan dilakukan seminggu sebelumnya, melibatkan tim Environmental KPC dan Balai KSDA Kaltim, serta para dokter hewan dari KPC dan Balai KSDA.

Hutan Lindung yang diajukan adalah Hutan Lindung Sungai Lesan, Kabupaten Berau. Hasil studi yang sudah dilakukan dari BKSDA
Kaltim bersama KPH dan NGO sebelumnya menyimpulkan bahwa HLSL dengan luas area lebih dari 11 ribu hektare tersebut adalah hutan yang memiliki daya dukung baik bagi kehidupan satwa liar, termasuk Orangutan.

Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie menyampaikan, BUMI bersama seluruh unit
usaha termasuk KPC menaruh perhatian yang tinggi terhadap Orangutan bernama Chiko. ‘Besar harapan di habitat yang baru, Chiko yang berjenis kelamin jantan ini bisa menemukan pasangan dan berkembangbiak, sehingga populasi Orangutan tetap lestari di Indonesia.”

Perseroan mengucapkan banyak terima kasih kepada BKSDA Kaltim, Centre for Orangutan
Protection (COP), dan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Berau Barat atas keberhasilan melakukan translokasi Chiko di Hutan Lindung Sungai Lesan (HLSL). KPC memiliki komitmen yang tinggi dalam konservasi Orangutan di wilayah tambang, dimana Perseroan mendukung kegiatan Ecositrop dan STIPER Kutai Timur untuk memonitor Orangutan di wilayah tambang.

“Ini sejalan dengan komitmen BUMI untuk meningkatkan penerapan Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (Environmental, Social and Governance / ESG) sesuai praktek terbaik internasional dan mengkomunikasikannya secara strategis kepada publik dan para pemangku kepentingan,” ujar Adika./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *