www.bisnistoday.co.id
Senin , 18 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kuartal I-2026, Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Lebih Besar 5,5 Persen
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kuartal I-2026, Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Lebih Besar 5,5 Persen

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
AKTIFITAS Bongkar Muat./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah menyatakan optimistis terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Kuartal I-2026 diatas 5,5%. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto di Istana Negara, kemarin. “Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai, tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan, lebih besar sama dengan 5,5 persen,” tuturnya.

Menko Airlangga menjelaskan, capaian tersebut didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang tetap kuat, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga. “Kondisi konsumsi kita kuat, di mana konsumsi mewakili 54 persen dari PDB,” jelasnya.

Dari sisi fiskal, kinerja APBN juga menunjukkan peran yang signifikan yang didukung oleh penerimaan pajak hingga akhir kuartal pertama yang meningkat. “Dari Menteri Keuangan tadi disampaikan sampai dengan Maret, kenaikan penerimaan pajak sebesar 14,3 persen atau Rp462,7 (triliun) dan manufaktur juga ekspansif,” urai Menko Perekonomian.

Selain itu, Menko Airlangga juga menjelaskan kondisi ketahanan pangan nasional yang juga menunjukkan tren positif. Menurutnya, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,6 juta ton. “Ketahanan pangan kita juga relatif kuat, produksi beras di 2025, 34,7 (juta ton) dan stok bulog sebesar 4,6 juta ton,” terangnya.

Kendati begitu, pemerintah terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Salah satunya melalui implementasi program biodiesel B50 yang dinilai dapat meningkatkan ketahanan anggaran negara.

“Kita sudah menyepakati per 1 Juli, B-50, di mana itu meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp48 triliun,” terang.

Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah terus menjaga disiplin fiskal, khususnya dalam pengelolaan rasio utang dan defisit anggaran. “Bapak Presiden tadi komit bahwa rasio utang dijaga di level 40 persen, walaupun undang-undang menyiapkan sampai 60 persen. Demikian pula juga budget deficit dijaga di level 3 persen dan juga ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun,”tambahnya./setpres.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Ekonom Soroti “Ongkos Pertumbuhan” di Balik Ekonomi 5,61 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026...

Mendag
HEADLINE NEWS

Dari Warung Kopi ke Pasar Dunia, UMKM Indonesia Mulai Bidik Ekspor Global

JAKARTA, Bisnistoday - Ketidakpastian ekonomi global dan persaingan perdagangan yang semakin ketat,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Presiden Sebut KDKMP Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

NGANJUK, Bisnistoday - Presiden Prabowo meresmikan operasionalisasi 1061 Koperasi Desa/Merah Putih (KDKMP)...

Ekonomi & Bisnis

Kemenkop Dorong Akses Pasar Koperasi Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Importir Korea

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam kegiatan Smart Factory INNOBIZ Korea di COEX, Seoul,...