www.bisnistoday.co.id
Rabu , 7 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Kurs Rupiah Menguat ke Posisi Rp15.568 Per Dolar AS
BursaBURSA & KORPORASI

Kurs Rupiah Menguat ke Posisi Rp15.568 Per Dolar AS

rupiah menguat
Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (29/07) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (Kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, Senin (24/10) menguat 46 poin ke posisi Rp15.586 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya yang berada diposisi Rp15.632 per dolar AS.

Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, pada perdagangan hari ini kurs rupiah terlihat rebound dari level terendah dalam 30 bulan di tengah sentimen risk on di bursa dengan menurunnya imbal hasil obigasi Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, lanjut Lukman, penguatan rupiah tampaknya tidak akan bertahan lama dengan dolar AS berbalik menguat di desi siang.

“Pasar diperkirakan akan berbalik risk off oleh kembalinya kekhawatiran prospek kenaikan suku bunga The Fed menjelang rilis data PDB AS kuartal tiga dan data personal consumption expenditures AS, dan FOMC minggu depan,” ujar Lukman.

Pejabat Fed tidak menunjukkan tanda-tanda mundur dari retorika hawkish mereka, dengan Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan semalam bahwa bank sentral belum selesai menaikkan target suku bunga jangka pendek di tengah tingkat inflasi yang sangat tinggi.

Pasar hampir memperkirakan sepenuhnya untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin pada November dan Desember.

Kendati demikian, sejumlah pejabat bank sentral mulai menyuarakan keinginan mereka untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga segera, menurut laporan Wall Street Journal, dan bagaimana memberi sinyal rencana untuk menyetujui kenaikan yang lebih kecil pada Desember.

Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly menggemakan sentimen itu dan mengatakan sudah waktunya untuk mulai berbicara tentang memperlambat laju kenaikan biaya pinjaman dan melakukannya harus menghindari mengirim ekonomi ke “penurunan paksa” dengan menaikkan suku bunga terlalu tajam.

Selain itu, Presiden Bank Federal Reserve Chicago Charles Evans menegaskan kembali sikapnya bahwa Fed harus membuat kebijakan “sedikit di atas” 4,5 persen pada awal tahun depan dan kemudian menahannya di sana.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.575 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.573 per dolar AS hingga Rp15.605 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp15.590 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.610 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...