JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan hingga akhir tahun 2025. Meski sempat melemah pada perdagangan terakhir September, prospek pasar saham dinilai tetap positif sejalan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi nasional.
Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mencatat IHSG melemah 0,8% dan ditutup di level 8.061,1 pada akhir September, dengan aliran dana asing keluar (net outflow) cukup besar mencapai Rp1,7 triliun.
“Kinerja IHSG sepanjang September sebenarnya cukup solid, naik 2,3% secara bulanan. Bahkan, pergerakan ini sejalan dengan penguatan mayoritas bursa global, seperti S&P500 yang naik 3,1% dan Nikkei Jepang yang melesat 5,2%,” ujarnya di Jakarta, Rabu (1/10).
Namun berbeda dengan pasar saham, nilai tukar rupiah justru tertekan. Sepanjang September, rupiah terdepresiasi 1,1% dan sempat menyentuh kisaran Rp16.800–Rp16.900 per dolar AS. Meski begitu, IHSG diyakini masih berpotensi bergerak positif pada kuartal IV 2025, seiring berbagai stimulus pemerintah dan Bank Indonesia.
“Ekspansi fiskal dan moneter yang cukup agresif menjadi katalis penting bagi pasar,” tambah Rully.
Sementara itu, Menteri Keuangan menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV dapat melampaui 5,5%. Kendati demikian, sejumlah lembaga internasional seperti ADB dan OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI tahun ini masih di bawah 5%.
“Menurut kami, kebijakan all-out pro-growth policy dari pemerintah dan BI berpotensi besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun ini,” tegas Rully.
Dengan dukungan kebijakan tersebut, para pelaku pasar menaruh harapan besar bahwa tren positif IHSG akan berlanjut hingga akhir tahun, sekaligus menjadi sinyal kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.//


