MOSKOW-Bisnistoday: Para peneliti baru-baru ini menemukan tumpukan 409 koin rubel emas di pondasi sebuah rumah di Kawasan Torzhok, di barat laut Rusia. Koin itu tersimpan dalam sebuah cangkir tembikar.
Live Science, akhir pekan lalu, melaporkan ratusan koin yang ditemukan para peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia itu, dicetak antara tahun 1848 dan 1911.
Sebagian besar koin dicetak selama pemerintahan tsar terakhir, Nicholas II, dan masing-masing bernilai 10 rubel. Sepuluh koin bernilai lima rubel, 10 koin lainnya bernilai 15 rubel, dan hanya dua koin yang bernilai 7,5 rubel. Adapun totalnya bernilai 4.085 rubel.
Meskipun dua koin dicetak selama pemerintahan tsar sebelumnya (Nicholas I dan Alexander III), sisanya berasal dari pemerintahan Tsar Nicholas II, kaisar Rusia terakhir sebelum Revolusi Rusia tahun 1917.
Nicholas dan seluruh keluarga kerajaan Romanov dieksekusi pada tahun 1918. Meskipun rumor beredar selama beberapa dekade bahwa putrinya, Grand Duchess Anastasia Nikolaevna, lolos dari eksekusi, para peneliti yakin bahwa ia dibunuh bersama keluarganya.
Para ahli percaya bahwa harta karun yang ditemukan di Torzhok itu disembunyikan selama atau setelah dimulainya revolusi. Pemilik harta karun tersebut mungkin bermaksud untuk kembali mengambilnya.
Dokumen arsip menunjukkan bahwa 24 keluarga tinggal di daerah ini pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Tetapi tidak jelas siapa pemilik rumah tersebut pada saat itu karena nomor rumah dulu berbeda dengan nomor rumah saat ini.
Berdasarkan catatan, nilai tukar saat itu (1916) adalah 6,7 rubel per dolar AS. Dengan mempertimbangkan inflasi, US$610 pada tahun 1916 setara dengan lebih dari US$18.000 saat ini.
Jumlah itu menunjukkan bahwa timbunan tersebut merupakan sebagian besar tabungan seseorang. Namun, nilai lebur satu koin 10 rubel — yang 90% emasnya — hampir mencapai US$1.300, berarti seluruh timbunan tersebut mungkin bernilai lebih dari US$500.000 atau setara Rp8,5 Miliar.
Koin-koin tersebut telah dibawa ke Museum Sejarah dan Etnografi Rusia.//



