Press "Enter" to skip to content

Saham Sektor Transportasi dan Logistik Dorong Penguatan IHSG

IHSG MENGUAT: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (7/1).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (25/11) ditutup menguat 16,07 poin ke posisi 6.699,35, sementara indeks LQ45 naik 6,3 poin ke posisi 965,14. Penguatan IHSG didorong menguatkan saham transportasi dan logistik.

Dibuka menguat, IHSG betah berada di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dimana sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 3,56 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor perindustrian masing-masing 1,09 persen dan 0,78 persen.

Sedangkan empat sektor terkoreksi dimana sektor properti & real estat turun paling dalam yaitu minus 1,21 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer masing-masing minus 1,09 persen dan minus 0,7 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp48,24 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.367.963 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,97 miliar lembar saham senilai Rp13,79 triliun. Sebanyak 228 saham naik, 278 saham menurun, dan 166 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 196,62 poin atau 0,67 persen ke 29.499,28, indeks Hang Seng naik 54,66 poin atau 0,22 persen ke 24.740,16, dan indeks Straits Times terkoreksi 5,63 atau 0,17 persen ke 3.221,52.

Rupiah Melemah

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah di tengah kemungkinan pengetatan moneter yang lebih cepat oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah sore ini ditutup melemah 23 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.288 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.265 per dolar AS.

“Dolar AS menguat di tengah menguatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneternya lebih cepat dari rekan-rekannya,” tulis Tim Riset Monex Investindo dalam kajiannya.

Berdasarkan hasil notula rapat pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis semalam menunjukkan bahwa sejumlah pembuat kebijakan The Fed mengatakan bahwa mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi mereka jika inflasi bergerak lebih tinggi, dan bank sentral akan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga.

Sebelumnya, Presiden Fed San Fransisco Mary Daly juga mengatakan bahwa dia dapat melihat adanya sebuah argumen untuk mempercepat pemangkasan program pembelian obligasi The Fed.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.277 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.266 per dolar AS hingga Rp14.299 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis ditutup melemah Rp.14.280 dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.272 per dolar AS./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.