Press "Enter" to skip to content

Salah Resep, Krisis Ekonomi Kian Mengancam

GELORA TALKS : Deni Daruri, Presiden Direktur Center for Banking Crisis saat acara Gelora Talks bertajuk : Dunia dalam ancaman krisis ekonomi global, bagaimana negara dapat bertahan? secara virtual, Rabu (22/6).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Joko Widodo diminta segera memanggil para pakar ekonomi untuk bersama menyelesaikan ancaman krisis ekonomi di depan mata. Gejala menggelembungnya inflasi global dan nasional terus terjadi setiap waktu, dan cepat atau lambat akan terjadi krisis ekonomi.

“Lebih baik, Presiden Jokowi panggil segera para ekonom yang paham, dan berpengalaman antisipasi krisis seperti tahun 1998 atau 2008 lalu. Melambungnya inflasi ini, karena utamanya cost push inflation, dan harus diselesaikan dengan cepat dan tepat, dan bukan inflasi karena dorongan permintaan atau demand. Kalau salah resep dan obatnya, malah mempecepat krisis,” terang Deni Daruri, Presiden Direktur Center for Banking Crisis saat acara Gelora Talks bertajuk : Dunia dalam ancaman krisis ekonomi global, bagaimana negara dapat bertahan? secara virtual, Rabu (22/6).

Menurut Deni, apabila cara menyelesaian inflasi ini salah akan malah mempercepat krisis terjadi. Percuma saja menyelesaikan inflasi ini melalui pelarangan ekspor, karena sumber masalahnya biaya produksi tinggi.

“Kalau mau ekstrim ya pemerintah harus ambil alih semua komoditas strategis dan harus dimonopoli. Ini persoalannya everage cost, dengan tetapkan force majeur dan itu bisa kok. Nanti setelah kondisi normal, ya dikembalikan ke normal lagi,” tukas Deni Daruri.

Deni juga mengaku tak habis pikir mengapa para menteri yang berkecimpung di kebijakan keuangan mengambil langkah keliru. Begitupun sampai sekarang, Deni mengaku belum mengerti solusi pemerintah itu apa? “Kita ini tak punya ekonom sekelas zaman orde baru dulu. Dan masalah ini pernah terjadi, sekitar tahun 1970-an, ketika itu Presiden Soeharto panggil ekonomi yang ahli di bidangnya, untuk paparkan ide-idenya. Dalam lima tahun berhasil dikendalikan,” tuturnya.

Jadi, menurut Deni, pemerintah harus berinisiatif lebih cepat dan segera mengambil langkah yang tepat juga. Kondisi sekarang sangat fluktuatif bisa berubah ubah setiap waktu. Misalnya saja, seperti bidang energi, PT Pertamina yang kemarin membukukan keuntungan karena faktor windfall, dan begitupun PT PLN (Persero) yang sebelumnya tertekan kinerjanya. “Kondisi sekarang tidak terkendali, seperti Pertamina bisa untung mendadak dan juga merugi,” terangnya./

Comments are closed.