www.bisnistoday.co.id
Senin , 9 Februari 2026
Home EKONOMI TPA Supit Urang Malang Segera Terapkan Sistem Sanitary Landfill
EKONOMI

TPA Supit Urang Malang Segera Terapkan Sistem Sanitary Landfill

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang di Malang, Jawa Timur sebagai kawasan TPA dengan sistem sanitary landfill, di Malang, Jawa TImur, Kamis (9/4)
Social Media

MALANG, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal menyulap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang di Malang, Jawa Timur sebagai kawasan TPA dengan sistem sanitary landfill. Dengan penerapan sistem ini maka sampah-sampah yang dibuang ke TPA ini nantinya akan lebih ramah lingkungan dan meminimalisir dampak pencemaran. 

“Proyek ini dikerjakan dengan skema multiyears contrct dari tahun 2018 selama tiga tahun, luas area pembuangan 5 hektar (termasuk yang baru) dan secara keseluruhan 7,5 hektar,” kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Muhammad Reva Sastrodiningrat saat ditemui di lokasi TPA Supit Urang, Kamis (8/4).

Baca juga : Program Kotaku Hapus Kekumuhan Sebagian Wajah Kota Malang

Kepala BPPW Jawa Timur ini mengatakan, pengembangan TPA ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian PUPR dengan pemerintah Jerman dalam program Emission Reduction in Cities – Solid Waste Management (ERIC-SWM). Proyek ini didanai dari dana pinjaman sebuah lembaga pembiayaan dari Jerman, KFW Fichtner sebesar Rp230 miliar.

Lebih lanjut ia mengatakan, umur TPA dengan sistem sanitary landfill ini diperkirakan akan mencapai 7 tahun kedepan. Nantinya residu atau sisa hasil penyortiran dan pengolahan sampah akan diletakkan pada lahan terbuka yang sudah tersedia. Diharapkan nantinya tumpukan sampah sisa hasil pengolahan itu akan menjadi kawasan hijau.

Dia berharap masyarakat yang membuang sampah rumah tangga dapat mulai memilahnya terlebih dahulu sebelum diangkut ke TPA Supit Urang. Dengan cara ini maka umur TPA bisa lebih panjang. Pasalnya dengan sistem sortir mandiri yang dilakukan oleh setiap rumah tangga maka beban sampah yang diangkut ke TPA ini akan semakin berkurang. Saat ini jumlah sampah yang diangkut ke TPA tersebut rata-rata mencapai 450-500 ton per hari.

“Umurnya kita perkirakan akan bertahan antara 5-7 tahun, tapi tergantung dari kita. Jadi saya harap setiap rumah tangga mulai melakukan penyortiran terhadap sampah yang akan dibuang sehingga masuk sini bisa lebih efisien,” imbuhnya.

Gas Metana

Reva juga menambahkan bahwa dalam proyek pengembangan kawasan TPA Supit Urang juga telah dipasang instalasi khusus untuk memproduksi gas metana yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak rumah tangga. Hal ini sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

“Harapan nanti teknologinya akan semakin berkembang (untuk pengolahan sampah), saat ini udah kita siapkan infrastruktur untuk pemanfaatan sampah sebagai sumber energi EBT, nanti gas metana itu kita tangkap lalu diproses untuk kemudian dialirkan melalui pipa yang sudah kita tanam sehingga bisa dimanfaatkan untuk keperluan memasak atau lainnya,” pungkas dia./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan HIPMI Kolaborasi Kembangkan Unit Usaha Kopdes

YOGYAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak HIPMI Yogyakarta mengembangkan Koperasi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri Koperasi Akan Kolaborasikan Pengusaha Perempuan dan Kopdes Merah Putih

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak para pengusaha kriya terutama...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Sediakan Website Pembelajaran Koperasi Secara Digital

TANGERANG SELATAN, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyediakan platform pembelajaran digital, yaitu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Wamenkop Pastikan Pembiayaan LPDB Dapat Menggerakkan Kopdes Merah Putih

MEDAN, Bisnistoday – Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan pentingnya pemanfaatan pendanaan...