www.bisnistoday.co.id
Senin , 9 Februari 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Transaksi Saham Tak Dikenakan Bea Meterai
BursaBURSA & KORPORASI

Transaksi Saham Tak Dikenakan Bea Meterai

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan setiap transaksi jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak dikenakan bea meterai Rp10.000, namun merupakan pajak atas dokumen yang diterbitkan secara periodik.

“Jadi bea meterai tidak dikenakan per transaksi jual beli saham seperti yang muncul di berbagai media sosial,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers virtual realisasi APBN hingga November 2020 di Jakarta, Senin (21/12).

Menkeu menjelaskan bea meterai itu bukan merupakan pajak atas transaksi namun pajak atas dokumen atau menyangkut keperdataan.

Dalam bursa saham, kata dia, bea meterai dikenakan atas konfirmasi perdagangan yang merupakan dokumen elektronik diterbitkan periodik yaitu harian atas keseluruhan transaksi jual beli.

Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak sedang melakukan penyusunan peraturan atas bea meterai termasuk skema pengenaannya atas dokumen elektronik yang menggunakan meterai elektronik.

Namun, mengingat meterai elektronik belum ada, lanjut dia, maka Kementerian Keuangan sedang melakukan persiapan dalam infrastruktur pembuatan meterai elektronik, distribusi hingga penjualannya.

Dengan begitu, kata dia, pada 1 Januari 2021, pengenaan bea meterai untuk dokumen elektronik belum akan diterapkan karena masih membutuhkan beberapa persiapan.

Trade confirmation ini adalah dokumen elektronik maka bea meterainya nanti juga harus bea meterai yang sifatnya elektronik. Saat ini kita masih mempersiapkan keseluruhan infrastruktur jadi tidak berlaku 1 Januari 2021,” imbuhnya.

Pemerintah, lanjut dia, tidak memiliki tujuan menghilangkan minat yang tinggi dari generasi milenial yang saat ini semakin sadar berinvestasi termasuk investasi saham.

Untuk itu, pengenaan bea meterai akan dilakukan terhadap dokumen dengan mempertimbangkan batas kewajaran nilainya. “Pemerintah pasti akan mempertimbangkan batas kewajaran yang tercantum di dalam dokumen dan dalam UU juga diperhatikan kemampuan masyarakat. Saya berharap ini akan mengakhiri spekulasi dan berbagai pertanyaan akhir-akhir ini,” katanya./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Trading Saham
Bursa

Swing Trading Bagi Investor Pemula, Memahami Strategi Transaksi Saham

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam rangka mendukung peningkatan literasi dan inklusi pasar modal...

GEDUNG BEI
Bursa

BEI Perkuat Transparansi Pasar, Kepemilikan Saham Dibuka Mulai 1 % dan Free Float Naik Jadi 15%

JAKARTA Bisnistoday – Otoritas pasar modal Indonesia bersiap memasuki fase baru reformasi...

Dirut BEI
Bursa

Jeffrey Hendrik, Dirut Baru BEI di Tengah Gejolak Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday - Bursa Efek Indonesia (BEI) kini dipimpin oleh Jeffrey Hendrik...

DIrut BEI
Bursa

Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri di Tengah Badai Menerpa Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday – Secara berturut-turut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk, Dirut...