www.bisnistoday.co.id
Selasa , 25 Juni 2024
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis UKM Indonesia Jajaki Bisnis Dengan Importir Arab Saudi
Ekonomi & Bisnis

UKM Indonesia Jajaki Bisnis Dengan Importir Arab Saudi

UKM
PELEPASAN Ekspor Perdana Durian Tahun 2024 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, belum lama ini./
Social Media

RIYADH, Bisnistoday – Pemerintah Indonesia memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) antara 44 usaha kecil dan menengah (UKM) binaan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan importir Golden Algamah (GAG) dari Arab Saudi untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke Arab Saudi, khususnya produk makanan dan minuman (mamin).

“Penjajakan bisnis ini digelar untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke Arab Saudi, khususnya dari para pelaku UKM. Melalui fasilitasi penjajakan bisnis ini, GAG melakukan kurasi dengan melihat spesifikasi produk, profil, dan katalog produk-produk UKM Indonesia yang dibutuhkan untuk didistribusikan ke pasar Arab Saudi melalui jaringan ritel supermarket yang dimiliki GAG,” ungkap Duta Besar Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad.

Selain itu, lanjut Aziz, melalui fasilitasi penjajakan bisnis ini, para pelaku UKM bisa mendapatkan informasi mengenai pasar dan persyaratan produk masuk ke Arab Saudi. Informasi tersebut penting untuk diketahui agar semakin banyak produk-produk UKM Indonesia yang dapat masuk ke pasar Arab Saudi.

GAG merupakan perusahaan importir Arab Saudi yang mengimpor hampir 99 persen produk mamin produksi UKM Indonesia untuk menyuplai kebutuhan warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi. Produk-produk tersebut kemudian dijual melalui supermarket GAG di Arab Saudi. Produk-produk yang diimpor GAG dari Indonesia, antara lain, kemiri, gula merah, lada, tepung, serta produk mamin seperti kerupuk, makanan ringan, mi instan, kopi instan, minuman dengan fermentasi air kelapa, dan teh botol.

Selain dari Indonesia, GAG juga mengimpor produk mamin dari negara ASEAN lainnya, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Khusus minuman, Thailand menguasai pasar Arab Saudi dengan ciri khas produk berbasis olahan kelapa dengan kandungan gula yang rendah. Negara pemasok produk mamin di luar ASEAN, di antaranya Irlandia, Amerika Serikat, Persatuan Emirat Arab, Mesir, Inggris, Spanyol, Denmark, Jerman, serta Italia.

Atase Perdagangan Riyadh Gunawan mengungkapkan, secara umum produk mamin Indonesia seperti makanan ringan, produk-produk dari negara pesaing di ASEAN. Namun, produk-produk mamin dari negara ASEAN tersebut sudah mengandalkan penggunaan pewarna alami.

“Untuk itu, diharapkan pelaku usaha mamin Indonesia bisa mengadaptasi kebijakan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) seperti label produk halal dan penggunaan bahan tambahan pada mamin olahan seperti pewarna makanan. Pelaku UKM mamin dapat memperhatikan kadar kandungan biskuit, olahan permen, serta produk lainnya mempunyai karakteristik yang sama dengan. gula dan kandungan lemak yang terdapat pada mamin olahan, serta menggunakan bahan-bahan lain yang natural dan aman untuk kesehatan,” urai Gunawan.

Selain itu, lanjut Gunawan, pelaku UKM mamin Indonesia dapat meningkatkan daya saing melalui penggunaan kemasan yang menarik.Berdasarkan data Trade Map, Indonesia berhasil ekspor produk makanan dan minuman ke KAS dalam 3 (tiga) tahun terakhir, yaitu pada akhir tahun 2023 sebesar lebih dari USD 136,06 juta, tahun 2022 sebesar lebih dari USD 125,63 juta, dan tahun 2021 sebesar lebih dari USD 81,35 juta.

Arab Saudi merupakan mitra bisnis ke-10 bagi Indonesia untuk produk mamin. Berdasarkan data Trade Map, ekspor mamin Indonesia ke Arab Saudi pada periode 2021—2023 mengalami peningkatan. Pada 2023 ekspor mamin Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar USD 136,06 juta, tahun 2022 sebesar USD 125,63 juta, dan tahun 2021 sebesar USD 81,35 juta. Sedangkan ekspor mamin Indonesia ke seluruh dunia pada periode yang sama, yaitu tahun 2023 sebesar USD 5,14 miliar, tahun 2022 sebesar USD 5,35 miliar, dan tahun 2021 sebesar USD 5,12 miliar.

Sementara itu, nilai impor Arab Saudi untuk produk mamin dari seluruh dunia pada periode 2021— 2022 mengalami peningkatan. Tahun 2022 tercatat sebesar USD 5,7 miliar tahun 2021 sebesar USD 4,76 juta. /

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Happy Anniversary Bisnistoday.co.id

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Regulasi TKDN Jadi Berkah bagi Pelaku Industri Mebel dan Kerajinan Nasional

SLEMAN, Bisnistoday  – Regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang diterapkan oleh...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Sektor Industri

TOKYO, Bisnistoday - Hubungan kerja sama ekonomi Indonesia-Jepang semakin diperkuat melalui berbagai...

Kerupuk Gatas
Ekonomi & Bisnis

Kerupuk Getas Pangkalpinang Menjangkau Pasar Global

PANGKALPINANG, Bisnistoday – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengunjungi pabrik getas milik...

Ekonomi & Bisnis

Usung Konsep 2 in 1, Harvest City Luncurkan Ruko Savoy Commercial Hub

JAKARTA, Bisnistoday - Sukses dengan pencapaian penjualan ruko tipe Hana Business Square...