JAKARTA, Bisnistoday – Perjalanan kereta bandara rute Bandara Soekarno Hatta (Basoetta) mendadak lumpuh pada Jumat (20/2) siang setelah rangkaian KA No. 806A mengalami kendala operasional akibat tertemper kendaraan truk di lintas Poris–Batu Ceper. Insiden tersebut memaksa operator menghentikan sementara seluruh perjalanan guna proses evakuasi dan perbaikan prasarana.
VP Corporate Secretary Manager KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan penghentian layanan dilakukan demi keselamatan penumpang. “Selama proses evakuasi dan penanganan perbaikan prasarana hingga aman untuk dioperasikan,” ujarnya. Ia juga mengimbau pengguna mencari moda transportasi alternatif sementara waktu.
Sebagai bentuk tanggung jawab, operator memastikan seluruh tiket perjalanan yang terdampak akan dikembalikan penuh. Proses refund dapat dilakukan langsung di loket stasiun layanan rute tersebut sesuai ketentuan.
“Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dialami pengguna, terutama bagi yang memiliki jadwal penerbangan,” tambah Karina, menegaskan komitmen pelayanan cepat di loket.
Evakuasi Besar-besaran di Lokasi
Petugas masih melakukan penanganan intensif di titik kejadian, termasuk perbaikan tiang dan kabel listrik aliran atas. Sejumlah alat berat seperti crane dan kereta penolong telah diturunkan untuk mempercepat proses normalisasi jalur.
Pada pukul 12.26 WIB, perjalanan KRL lintas Tangerang mulai kembali berjalan terbatas menggunakan satu jalur dari Stasiun Tangerang menuju Stasiun Rawabuaya secara bergantian. Namun dampak gangguan masih terasa: 14 perjalanan dibatalkan dan 28 perjalanan lainnya hanya beroperasi sampai Stasiun Rawa Buaya lalu kembali ke Stasiun Duri.
Sejak pagi, operator telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta pemerintah daerah guna memastikan proses penanganan berlangsung tertib dan aman. Target normalisasi jalur dilakukan bertahap dengan prioritas utama keselamatan perjalanan kereta.
Perusahaan juga mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang serta mendahulukan perjalanan kereta demi mencegah kejadian serupa. Informasi terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi layanan pelanggan. //



