JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Merinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa perjalanan domestic untuk darat, laut dan udara tidak perlu menunjukan hasil antigen dan PCR negatif. Hal ini merupakan kebijakan pertama yang diumumkan oleh Menteri Luhut memaparkan hasil rapat terbatas kabinet.
“Dalam mempercepat transisi ke normal, pemerintah memberlakukan mulai hari ini, pertama yakni untuk perjalanan domestic, darat, laut dan udara yang telah menunjukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap tidak perlu menunjukan tes antigen dan PCR negatif,” ungkap Luhut B Pandjaitan dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin (7/3).
Untuk kompetisi olahraga yang menghadirkan penonton diatur untuk level II maksimum 75% penonton sedangkan untuk level I bisa 100% penonton. Sedangkan untuk perjalanan luar negeri, telah dilakukan ujicoba untuk wilayah Bali sejak hari ini, Senin (7/3).Bagi perjalan luar negeri, tanpa karantina apabila memperlihatkan booking 8 hari dan telah dibayarkan atau menunjukan domisili bagi WNI.
Bagi warga asing, harus memperlihatkan hasil PCR negatif dan vaksin booster, ditunggu di hotel masing-masing hasilnya. Apabila negative bisa beraktifitas di wilayah Bali, sedangkan hari ketiga juga dilakukan PCR kembali. Bagi warga pendatang, juga harus dipastikan mendapat perlindungan asuransi kesehatan masing-masiang khususnya bagi perlindungan Pandemik Covid-19.
Luhut B Pandjaitan melanjutkan, bahwa hasil data terakhir memperlihatkan tren kasus baru pandemic terus menurun secara significant. Demikian halnya dengan tingkat keterisian Rumah Sakit dan hanya untuk DIY masih diatas rata-rata Jawa dan Bali. “Kami harapkan dalam beberapa hari kedepan juga akan turun untuk DIY,” ujarnya.
Menurut Luhut, tren penurunan level PPKM untuk wilayah Jawa dan Bali terus memperlihatkan penurunan. Mayoritas berbagai wilayah telah kembali memasuki PPKM level II termasuk Jabodetabek. Demikian juga, tingkat mobilitas masyarakat kembali memperlihatkan peningkatan. Untuk itu, pemerintah mendorong untuk peningkatkan kekebalan komunitas dengan mengimbau masyarakat datang ke pusat kesehatan untuk vaksin Booster.
“sekarang untuk lansia, sudah berada diatas 62% sedangkan untuk vaksi booster wilayah Jawa dan Bali baru sekitar 10% sehingga harus ditingkatkan,” terangnya./


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)





















