www.bisnistoday.co.id
Rabu , 21 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Investor di Pasar Modal Jangan Hanya Berpikir Meraup Untung Dalam Sekejap
BursaBURSA & KORPORASI

Investor di Pasar Modal Jangan Hanya Berpikir Meraup Untung Dalam Sekejap

PASAR MODAL: Investor pasar modal diminta mulai mengubah pola pikir dalam berinvestasi untuk tidak hanya berpikir meraup untung dalam sekejap, mengingat investasi di pasar modal ada pasang surutnya.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Investor pasar modal diminta mulai mengubah pola pikir dalam berinvestasi untuk tidak hanya berpikir meraup untung dalam sekejap, mengingat investasi di pasar modal ada pasang surutnya.

“Saat kita berinvestasi di saham, pasti harganya akan mengalami turun dan naik. Sebagai investor, hal itu lumrah. Berbeda jika sebagai trader yang memang mengejar keuntungan dalam waktu singkat,” kata Praktisi Pasar Modal, Vier Abdul Jamal dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (30/3).

Ia menjelaskan seseorang yang membeli saham pasti memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan kenaikan harga (capital gain) atau dividen yang bersumber dari laba bersih perseroan.

Namun, saat membeli instrumen investasi tersebut, sang investor sedang membeli peluang untuk mendapatkan keuntungan sekaligus memikul risiko kerugian.

Untuk itu, seorang investor harus memiliki horizon investment period. Misalnya, untuk jangka menengah, tiga hingga lima tahun dan jangka panjang, bisa mencapai 20 tahun.

“Tidak ada yang instan, bukan beli sekarang, lalu untung. Kalau begitu, namanya trader. Mau untung besar dalam sekejap, risikonya juga besar. Mari rombak mindset kita. Kita harus punya horizon investment period,” katanya.

Ia mengakui adanya risiko ketika harga saham atau instrumen investasi lainnya, contohnya pada instrumen aset kripto ketika sedang turun, tetapi bukan serta merta investor merugi.

“Betul bahwa ada floating loss, namun belum ada kerugian riil. Hal menjadi berbeda, ketika harga turun, lalu instrumen investasinya yang dimilikinya dilepas, saat itulah sang investor bisa merugi,” tegas Vier.

Menurut dia, harga instrumen investasi fluktuatif, karena ada masanya naik, ada kala turun. Di posisi inilah, pentingnya sang investor memiliki kemampuan mengelola risiko, termasuk saat berinvestasi di aset kripto.

Oleh karena itu, seorang investor yang hendak membeli instrumen aset kripto perlu memperhatikan risiko agar mampu mengelola capital gain yang diperoleh.

“Untuk mengelola risiko, batasi imajinasimu yang tidak pernah terbatas. Uang seperti air laut, semakin diminum seseorang semakin haus. Kita yang mengontrol portofolio investasi, bukan sebaliknya,” tutur Vier.

Terkait investasi di aset kripto, ia memprediksi adanya potensi yang besar di Indonesia, mengingat jumlah peminatnya bertambah setiap tahunnya.

Mengutip data Bappebti, per Februari 2022, investor aset kripto terdaftar sebanyak 12,4 juta. Dari sisi nilai, transaksi aset kripto telah mencapai Rp83,8 triliun.

“Dalam lima tahun ke depan, jumlah investor kripto bisa tumbuh 100 persen dari saat ini,” ujar Vier./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Ungkap Pelanggaran Transaksi Saham DSSA, BREN dan CUAN

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang...

hsg melemah
Bursa

IHSG Anjlok 11,4 Persen, Kekhawatiran Status Pasar Indonesia Picu Aksi Jual

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Buka Suara Soal MSCI Akan Reklasifikasi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi pengumuman MSCI Inc. per...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Implementasi KAPJ Untuk Integrasi Kesehatan Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) menandatangani Perjanjian Kerja...