www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Melemah Akibat Anjloknya Saham Properti dan Infrastruktur
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Melemah Akibat Anjloknya Saham Properti dan Infrastruktur

ihsg melemah
IHSG pada perdagangan Senin (15/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdaganga Rabu (21/9) ditutup melemah 8,64 poin ke posisi 7.188,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,01 poin ke posisi 1.029,22. Pelemehan akibat turunnya harga saham-saham sektor properti dan sektor infrastruktur

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, pada perdagangan hari ini  IHSG bergerak pesimis menjelang FOMC nanti malam. Ini sejalan dengan mayoritas indeks global yang mengalami pelemahan.

Bank Pembangunan Asia (ADB) juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,2 persen.

Berbagai sentimen negatif mulai dari kenaikan harga BBM yang meningkatkan ekspektasi inflasi dan kekhawatiran defisit pangan terutama beras yang memiliki bobot besar terhadap inflasi.

Pasalnya, tren proteksionisme yang masih berlanjut dengan India yang melarang ekspor beras, turut berdampak terhadap pasokan beras dalam negeri sebagaimana profil Indonesia yang mengimpor beras dari India.

Di samping itu, pertumbuhan investasi diperkirakan ADB tidak akan sekuat perkiraan, mengingat ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global yang menyebabkan investor akan berhati-hati dalam menanamkan modalnya.

Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dimana sektor properti & real estat paling dalam yaitu minus 1,47 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi masing-masing minus 1,15 persen dan minus 0,52 persen.

Sedangkan empat sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 0,75 persen, diikuti sektor barang konsumen dan sektor keuangan masing-masing 0,17 persen dan 0,8 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BAPA, COAL, SLIS, TOOL, dan KREN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HDIT, GDST, BUMI, BRMS, dan DEWA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.344.551 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,47 miliar lembar saham senilai Rp13,03 triliun. Sebanyak 202 saham naik, 334 saham menurun, dan 155 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 375,29 poin atau 1,36 persen ke 27.313,13, indeks Hang Seng turun 336,8 poin atau 1,79 persen ke 18.444,62, dan indeks Straits Times meningkat 0,03 poin ke 3.266,97./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...