www.bisnistoday.co.id
Minggu , 11 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Kurs Rupiah Menguat Seiring Pesemisnya Data Manufaktur Amerika Serikat
BursaBURSA & KORPORASI

Kurs Rupiah Menguat Seiring Pesemisnya Data Manufaktur Amerika Serikat

Kurs rupiah kian menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (4/10) menguat 55 poin ke posisi Rp15.248 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp15.303 per dolar AS. Penguatan seiring pesimisnya data manufaktur Amerika Serikat (AS).

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan dolar AS melemah seiring pesimisnya data indeks manufaktur AS yang dilaporkan oleh Institute for Supply Management yang dirilis semalam yang hasilnya turun menjadi 50,9, yang mana ini lebih buruk dari estimasi 52,2 dan periode sebelumnya di level 52,8.

Angka tersebut menunjukkan dampak dari kebijakan suku bunga yang terus meningkat oleh The Federal Reserve yang menyebabkan kegiatan manufaktur menurun.

Indikator lain yang menunjukkan perlambatan ekonomi juga datang dari rilis  data indeks pesanan baru yang juga datang dengan hasil yang lebih lemah.

Data yang mencerminkan permintaan ke depan untuk kegiatan manufaktur itu turun ke level 47,1, lebih rendah dari proyeksi 49,6 dan angka sebelumnya 51,3.

Turunnya dolar AS dan nilai imbal hasil surat berharga pemerintah AS karena sikap hati-hati pasar seiring masih tingginya peluang kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve pada bulan Oktober ini.

Hal itu menyebabkan pelaku pasar menutup posisi untung dan memberikan luang bagi investor besar untuk mengambil posisi bar

Pada pekan ini, pidato dari beberapa pejabat The Fed dan laporan ketenagakerjaan non pertanian AS juga menjadi fokus pasar.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pergerakan rupiah itu didorong sentimen pelaku pasar keuangan terhadap tingkat inflasi di dalam negeri yang lebih rendah dari ekspektasi. Terakhir, data inflasi yang diumumkan Badan Pusat Statistik kemarin menunjukkan, inflasi 1,17 persen secara bulanan pada September 2022.

“Ekspektasi ekonom di 1,2 persen, tapi kenyataannya 1,17 persen. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah bekerja sama dengan BI terus bahu membahu dalam strategi bauran ekonomi untuk menangani inflasi. Ini yang membuat rupiah kembali lagi hari ini menguat,” kata Ibrahim. 

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.283 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.237 per dolar AS hingga Rp15.312 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp15.276 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.293 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...