www.bisnistoday.co.id
Kamis , 15 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Monash University Siap Rebut Pasar Indonesia
Ekonomi & Bisnis

Monash University Siap Rebut Pasar Indonesia

Social Media

TANGERANG SELATAN, Bisnistoday – Hadirnya Monash University sebagai Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) pertama di Indonesia sebagai implementasi kerja sama sektor jasa melalui kerangka Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan jasa pendidikan tinggi dan upaya peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Kehadiran PTLN diharapkan juga dapat menjadi pendorong bagi peningkatan kualitas intitusi pendidikan tinggi di dalam negeri sehingga bisa bersaing di pasar global.

Demikian diutarakan Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kasan dalam pembukaan Gambir Trade Talk (GTT) #11 yang digelar di Monash University Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (26/10). GTT #11 mengusung tema “Pemanfaatan Kerja Sama Jasa Pendidikan Tinggi dalam Kerangka IA-CEPA: Pengalaman Empiris”.

“Sektor jasa pendidikan memiliki potensi besar yang belum tersentuh dibandingkan sektor jasa lainnya, seperti jasa kesehatan dan jasa keuangan. Hadirnya Monash University di Indonesia diharapkan dapat membuka peluang pengembangan sektor jasa pendidikan, meningkatkan kualitas SDM Indonesia, dan mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi di dalam negeri,” ujar Kasan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini juga didorong oleh kontribusi sektor jasa. Pada 2022, kontribusi sektor jasa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 41,79 persen. Lebih tinggi dari sektor industri (41,43 persen) dan sektor pertanian (12,40 persen). Meski demikian, peran sektor jasa pendidikan masih lebih rendah jika dibandingkan sektor jasa lainnya.

“Pengalaman empiris kehadiran Monash University Indonesia diharapkan dapat memberikan pembelajaran penting bagi kerja sama perdagangan melalui sektor jasa pendidikan. Dengan demikian, kerja sama dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelas Kasan.

Kerangka Kerja Sama IA-CEPA

Bagi Indonesia, peningkatan permintaan akan jasa pendidikan salah satunya dipenuhi melalui kerangka kerja sama perdagangan IA-CEPA. Dalam IA-CEPA, Indonesia dan Australia menyepakati untuk meningkatkan kapasitas pendidikan dan pelatihan vokasi.

Semenjak IA-CEPA ditandatangani pada 4 Maret 2019 dan diimplementasikan pada 5 Juli 2020 silam, sebuah institusi pendidikan asal Australia telah berdiri di Indonesia, yaitu Monash University di daerah Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Kerja sama perdagangan jasa pendidikan tersebut dikategorikan dalam moda 3 (commercial presence). Artinya, insitusi pendidikan asal Australia menyediakan layanan jasa di dalam batas wilayah Indonesia. Bentuk kerja sama tersebut menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri.

Lebih lanjut, Kasan juga menerangkan, melalui kerangka IA-CEPA, penyedia jasa pendidikan asing dapat melakukan seluruh kegiatan operasionalnya di Indonesia. Hadirnya perguruan tinggi asing di Indonesia ini diharapkan tidak hanya menyediakan program studi dengan pelayanan dan mutu tinggi, namun juga dapat membangun kolaborasi dan menjadi pendorong bagi universitas dalam negeri untuk turut meningkatkan kompetensinya.

“Kehadiran penyedia jasa pendidikan tinggi Australia di Indonesia diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Masuknya institusi perguruan tinggi asing juga harus diiringi dengan jaminan kualitas penyediaan jasa dimaksud sehingga turut meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia,” terang Kasan.

Kerja Sama Pendidikan Tinggi

Pemilihan tema GTT #11 antara lain untuk memberikan gambaran dan pemahaman serta mendorong pertukaran pandangan mengenai pemanfaatan kerja sama jasa pendidikan tinggi Australia sehingga dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dalam kerangka IA-CEPA. Informasi yang terkumpul dalam GTT #11 diharapkan dapat menjadi masukan dalam perumusan kebijakan perdagangan jasa di masa yang akan datang.

Hadir sebagai narasumber dalam GTT #11 adalah Presiden Monash University Indonesia Andrew McIntyre, Wakil Rektor I Universitas Prasetya Mulya Agus W. Soehadi, serta Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Yulita Priyoningsih. Bertindak sebagai moderator Direktur Eksekutif Indonesia Services Dialogue Council Devi Ariyani.

Dalam kesempatan ini, Andrew mengutarakan pandangannya, Monash University Indonesia telah memberi kontribusi positif di sektor pendidikan di Indonesia. “Monash University baru saja menggelar wisuda pertama. Sejauh ini, kami berfokus pada pascasarjana (Strata-2 dan Strata-3) karena posisi Monash sebagai universitas riset, bukan pabrik gelar,” jelas Andrew.

Lebih lanjut, Andrew juga mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia dan Australia bagi hadirnya PTLN di Indonesia. Ia juga berharap, universitas lain di dalam negeri juga dapat memanfaatkan IA-CEPA.

Tren Peningkatan

Wakil Rektor I Universitas Prasetya Mulya Agus W. Soehadi membeberkan sejumlah data terkait pendidikan tinggi dan pelajar internasional. “Pada 2000–2015, mobilitas pertumbuhan pelajar internasional menunjukkan tren peningkatan enam persen per tahun. Pada 2015, lima juta orang belajar secara internasional dan pada 2025, diproyeksikan berjumlah delapan juta. Ini tentu menjadi peluang sekaligus tantangan bagi universitas di dalam negeri,” sebut Agus.

Adapun Yulita memaparkan bentuk-bentuk kerja sama perguruan tinggi Indonesia dengan berbagai institusi di luar negeri. Ia juga mengungkapkan, universitas lainnya asal Australia juga sudah merencanakan untuk hadir dan beroperasi di Jawa Barat dalam waktu dekat./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Panen Sawit
Ekonomi & Bisnis

Industri Sawit Masuki Keseimbangan Baru, IPOSS: Produksi Hanya Tumbuh 1,86%

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Industri sawit Indonesia memasuki babak perubahan. Untuk pertama kalinya,...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Temui GAPMMI dan IISIA, Menperin Sarmuji Siapkan Solusi Bahan Baku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji penyediaan bahan baku yang kompetitif...

Toko Emas
Ekonomi & Bisnis

Harga Referensi Emas Periode Oktober 2026 Kembali Turun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan...

Stadion H Agus Salim
Ekonomi & Bisnis

Stadion H. Agus Salim Dipugar Kembali Bercirikan Rumah Adat Minangkabau

PADANG, Binsistoday.co.id - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) membangun kembali Stadion...