www.bisnistoday.co.id
Kamis , 22 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis KKP Promosikan Potensi Budidaya Perikanan ke Calon Investor
Ekonomi & Bisnis

KKP Promosikan Potensi Budidaya Perikanan ke Calon Investor

Budidaya perikanan
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono menjawab pertanyaan dari para peserta dan wartawan dalam acara Indonesia Aquaculture Business Forum (IABF) 2024 di Jakarta, Senin (29/04)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Indonesia Aquaculture Business Forum (IABF) 2024 di Jakarta, untuk mempromosikan potensi perikanan budidaya kepada pelaku usaha dari dalam dan luar negeri.

Ini kali kedua KKP menggelar forum bisnis skala besar di tahun 2024 untuk menggeliatkan investasi di sektor perikanan, di mana sebelumnya menyelenggarakan Indonesia Marine and Fisheries Business Forum (IMFBF) pada awal Februari lalu.

KKP menargetkan nilai investasi perikanan meningkat sebesar 15% di 2024, di mana realisasi tahun sebelumnya mencapai Rp12,07 triliun.

“Ini adalah bagian dari roadshow KKP untuk implementasi roadmap ekonomi biru, khususnya di bidang perikanan budidaya. Kami punya harapan budidaya ini yang meningkat produksinya di masa depan,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers Indonesia Aquaculture Business Forum (IABF) 2024 di Jakarta, Senin (29/04).

Trenggono memaparkan, kegiatan tersebut  bertujuan meyakinkan investor dari dalam dan luar negeri untuk terjun ke bidang budidaya perikanan di Indonesia. Pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, insentif, keamanan dan kestabilan iklim politik, konektivitas, dan sumber daya manusia terampil sebagai tenaga kerja.

Lima Komoditas Unggulan

Selain itu, KKP telah memplot lima komoditas unggulan yang akan ditingkatkan produksinya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor. Kelimanya yakni udang, rumput laut, kepiting, lobster, dan nila salin.

KKP juga memiliki strategi utama dalam mengakselerasi pengembangan perikanan budi daya di Indonesia, yakni melalui modelling budi daya berbasis kawasan seperti yang sudah dibangun di Kebumen (udang), Karawang (nila salin), dan Wakatobi (rumput laut). Kemudian melakukan revitalisasi tambak dan membangun kampung perikanan budi daya untuk pemenuhan konsumsi domestik.

Sedangkan untuk mendukung implementasi pembangunan perikanan budi daya yang berkelanjutan, KKP sedang membangun Ocean Big Data dan Ocean Accounting yang didukung dengan pemanfaatan satelit, artificial intelligent, IoT serta teknologi digital.

Baca juga: KKP Sosialisasikan Cara Budidaya Ikan yang Baik

“Aquaculture ini berbeda dengan komoditas tambang atau telekomunikasi ya, yang minat investasinya tinggi sekali. Kalau di aquaculture ini kita perlu meyakinkan dulu, kita buat modelnya. Investasi yang menunjukkan minat ada Vietnam, dan China,” bebernya.

Gelaran IABF 2024 dengan tema Sustainable Aquaculture For Food Security and Economic Growth tersebut dihadiri lebih dari 300 tamu undangan yang berasal dari kalangan pelaku usaha dari dalam dan luar negeri, asosiasi, hingga akademisi. Kegiatan ini turut dihadiri Duta Besar Vietnam dan perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia.

Selain mengulas peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan, kegiatan IABF juga diisi dengan penandatangan perjanjian kerjasama antara KKP dengan sejumlah stakeholder, serta kerja sama antar-stakeholder./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Peluncuran Premier One di Bunga Rampai, Jakarta pada Selasa (21/10/2026). Foto: Zahwah Alya Annisa
Ekonomi & Bisnis

Premier One Perkuat Layanan Pengelolaan Kekayaan dan Mendukung Setiap Ambisi Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Bank OCBC NISP Tbk. (OCBC) memperkenalkan Premier One...

Mal Ciputra
Ekonomi & Bisnis

Mahasiswa Universitas Ciputra Jakarta Dalami Strategi Dunia Bisnis Ritel Di Mal Ciputra Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Mal Ciputra Jakarta menerima kunjungan 45 mahasiswa dan 2...

Logo BI
Ekonomi & Bisnis

Pengamat: BI Rate Berpeluang Ditahan di 5,75 Persen, Kenaikan Jadi Opsi Jika Tekanan Rupiah Berlanjut

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menahan suku bunga acuan atau...

Ekonomi & Bisnis

Jelang Terminasi, PT PPIN Selalu Jaga Komitmen

Pekanbaru, bisnistoday.co.id-- PT PP Infrastruktur akan selalu memegang komitmen dalam menjaga kepercayaan...