www.bisnistoday.co.id
Minggu , 18 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat LPDB-KUMKM Optimis Penyaluran Dana Bergulir Tahun 2024 Lampaui Target
Ekonomi Rakyat

LPDB-KUMKM Optimis Penyaluran Dana Bergulir Tahun 2024 Lampaui Target

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) hingga September 2024 telah menyalurkan dana bergulir kepada koperasi sebesar Rp1,465 triliun atau 79 persen dari target penyaluran pada tahun ini yang sebesar Rp1,85 triliun.

“Alhamdulillah kita sudah capai on track dimana hingga September 2024 mencapai 79 persen. Insyaalah sampai akhir tahun akan capai (target). Bahkan kita punya pipeline sampai akhir tahun kita bisa salurkan pembiayaan hingga Rp2,45 triliun,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo di Jakarta, Kamis (17/10).

Dia menjelaskan secara total sejak tahun 2008 hingga saat ini akumulasi dana yang disalurkan mencapai Rp19,11 triliun. Dari jumlah itu dana yang disalurkan dengan skema konvensional sebesar Rp13,5 triliun dan pola syariah Rp5,5 triliun. Program ini menjangkau 36 provinsi di Indonesia. Sedangkan untuk jumlah mitranya sendiri mencapai 3.323 mitra.

Supomo mengatakan, dari sisi pendanaan dan outstanding pihaknya memastikan ketersediaan dana sangat cukup untuk penyaluran tanpa harus meminta tambahan dana dari APBN.

Baca juga:Akses Dana Bergulir Melalui Koperasi, UMKM di Banjarnegara Bertumbuh

Supomo menyadari bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan UMKM melalui koperasi. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan program. “Kita akan konsentrasi untuk pembiayaan di sektor riil sebab sektor riil sudah mulai nampak geliatnya,” katanya.

Tahun 2025

Pada tahun 2025, kata Supomo, LPDB -KUMKM telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendapatkan restu penyaluran dana bergulir antara Rp1,95 triliun – Rp2 triliun. Dari sisi pendanaan dan outstanding pihaknya memastikan ketersediaan dana sangat cukup untuk penyaluran tanpa harus meminta tambahan dana dari APBN.

“Untuk tahun 2025 kita lagi merancang, kami masih tetep seperti kemarin bahwa penyaluran tetap ke koperasi antara Rp1,950 hingga Rp 2 triliun, tapi porsi sektor riil akan kita tambah sesuai dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen,” kata Supomo.

Supomo menyadari bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan UMKM melalui koperasi. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan program./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

ILO dan Kemenko
Ekonomi Rakyat

ILO, OJK dan Kemenko Perekonomian Lanjutkan Program Inklusi Keuangan untuk UMKM dan Pekerja Lewat Program Promise to Impact Fase Tiga

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menggelar acara "Celebrating Achievement, Strengthening...

Ali Mahsun
Ekonomi Rakyat

Ketum APKLI MP : Dasco Berperan Besar Jembatani Aspirasi Pedagang Kecil

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ketua Umum Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, Dan Pedagang Kaki...

Ekonomi Rakyat

INACRAFT 2026 : Rangkai Tradisi, Teknologi, dan Inovasi Dalam Satu Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali menghadirkan...

Ekonomi Rakyat

Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Empat UMK Binaan Hutama Karya Grup Tampilkan Kerajinan Etnik Berbasis Inovasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama anak perusahaannya,...