www.bisnistoday.co.id
Jumat , 25 September 2026
Home EKONOMI Kembali Suburkan Tanah Pasca-kebakaran, Pupuk JSH Hadirkan Terobosan Baru
EKONOMISektor Riil

Kembali Suburkan Tanah Pasca-kebakaran, Pupuk JSH Hadirkan Terobosan Baru

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kebakaran hutan yang melanda Los Angeles, California, beberapa waktu lalu meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat dan ekosistem setempat. Dengan lebih dari 12.000 bangunan yang musnah dan sekitar 40.000 hektar tanah yang terbakar, dampak dari kebakaran ini sangat besar, tidak hanya dari segi kerugian material, tetapi juga pada kualitas lingkungan.

Hingga 16 Januari 2025, kebakaran tersebut telah merenggut nyawa 27 orang, sementara asap tebal yang meliputi kawasan ini memperburuk kualitas udara, menambah penderitaan bagi para korban.

Namun, dampak kebakaran yang lebih lama terasa pada ekosistem tanah yang terbakar. Tanah yang terpapar api mengalami perubahan fisika dan kimia yang signifikan. Penurunan pH tanah, pengurangan unsur hara, serta penurunan porositas tanah menjadikannya semakin tidak subur.

Menurut Jonatha Sofjan Hidajat, seorang ahli lingkungan dan pertanian, kebakaran hutan dapat menyebabkan tanah kehilangan kapasitasnya untuk menyimpan air, yang meningkatkan risiko kekeringan. Selain itu, tanah yang terbakar sering mengalami erosi akibat hilangnya unsur hara yang terlarut oleh hujan.

Dalam menghadapi permasalahan ini, Sofjan Hidajat yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris Sido Muncul, memperkenalkan Pupuk JSH, sebuah inovasi terbaru untuk membantu mengatasi kerusakan tanah pasca kebakaran. Pupuk JSH, yang terbuat dari bahan-bahan alami dengan sifat alkali, tidak hanya efektif dalam memadamkan api, tetapi juga mampu mendinginkan tanah yang terbakar dalam waktu singkat.

Menurut Sofjan, Pupuk JSH telah diuji di laboratorium dan terbukti tidak mudah terbakar, menjadikannya pilihan yang lebih aman dibandingkan dengan pupuk kimia konvensional yang sering digunakan untuk memadamkan kebakaran. Salah satu keuntungan utama dari Pupuk JSH adalah kemampuannya untuk mengembalikan unsur hara yang hilang serta memperbaiki kondisi fisik tanah yang rusak.

“Pupuk ini bisa memulihkan tanah yang terbakar dan meningkatkan kegemburannya dalam waktu singkat,” kata Sofjan, dalam keterangannya, Jumat (24/1/2025).

Berbeda dengan pupuk kimia yang cenderung merusak ekosistem, Pupuk JSH bekerja dengan cara yang ramah lingkungan. Pupuk ini tidak hanya menyerap panas dari tanah yang terbakar, tetapi juga mengembalikan keseimbangan kimia tanah. Penggunaannya bisa dilakukan dengan cara menyebarkan bubuknya langsung ke tanah atau melarutkannya dalam air, menjadikannya solusi praktis dalam rehabilitasi tanah pasca kebakaran.

Dalam uji coba yang dilakukan oleh timnya, Sofjan mengungkapkan bahwa tanah yang diberi Pupuk JSH menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan, terutama dalam hal kegemburan tanah. Tanah yang telah dipulihkan dengan Pupuk JSH juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan kesuburan yang lebih cepat, memungkinkan tanah tersebut kembali produktif dalam waktu singkat.

Dengan potensi besar untuk memperbaiki tanah yang terpanggang akibat kebakaran, Pupuk JSH menjadi terobosan yang menjanjikan bagi rehabilitasi lingkungan, khususnya bagi wilayah-wilayah yang sering dilanda kebakaran hutan besar. Inovasi ini tidak hanya membawa dampak positif bagi pertanian, tetapi juga berkontribusi pada upaya pemulihan ekosistem yang telah rusak.

“Pupuk JSH bisa menjadi solusi yang sangat berguna dalam menghadapi tantangan besar akibat kebakaran hutan, seperti yang terjadi di Los Angeles,” ujarnya.

Dengan cara yang efektif, aman, dan ramah lingkungan, Pupuk JSH menawarkan harapan baru untuk memulihkan kesuburan tanah dan memitigasi dampak kebakaran yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Akan Menjadi Agen dan Distributor Barang Bersubsidi

JAKARTA, Bisnistoday –Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi simpul distribusi barang...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KemenUMKM Andalkan Lembaga Inkubator Bangun Ekosistem Kewirausahaan

SURABAYA, Bisnistoday–Kementerian UMKM mengandalkan lembaga inkubator sebagai ujung tombak memperkuat ekosistem kewirausahaan...

EKONOMI

Kejar Kemandirian Fiskal, Pemkot Bandung Targetkan PAD Tembus 60 Persen Pendapatan Daerah

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung menargetkan peningkatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...