www.bisnistoday.co.id
Jumat , 16 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Merawat Budaya, Kemenperin Bangun Sendi-Sendi Industri Batik Trusmi Cirebon
Ekonomi Rakyat

Merawat Budaya, Kemenperin Bangun Sendi-Sendi Industri Batik Trusmi Cirebon

Batik Trusmi
WORKSHOP Batik Trusmi./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Salah satu daerah yang memiliki sentra industri batik terkemuka adalah Kabupaten Cirebon. Wilayah sebagai sentra industri batik Cirebon yakni Desa Trusmi Wetan dan Desa Trusmi Kulon.

“Di Cirebon ada Sentra Batik Trusmi, yang merupakan kawasan industri kecil dengan lebih dari 600 perajin dan pelaku usaha batik yang tersebar di Desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon, Kecamatan Plered,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/6).

Sedangkan berbagai jenis batik khas unggulan Kota Udang ini di antaranya batik mega mendung, waleran, dan merawit. “Batik Merawit Cirebon merupakan sebuah teknik membatik tulis khas Cirebon yang memerlukan ketelitian dalam penggambaran isian motif atau isen-isen menggunakan canting berujung sangat kecil,” jelas Reni.

Teknik pelilinan di batik merawit ini akan menghasilkan celah garis tipis dan tidak terputus sehingga ketika kain diberi warna akan menghasilkan garis tipis atau wit dengan warna yang lebih gelap dibandingkan dengan warna latarnya. “Ciri khas ini menjadi keunikan utama dari batik tulis merawit, sekaligus mencerminkan keterampilan tinggi para perajin di Sentra IKM Batik Trusmi,” imbuhnya.

Keunikan tersebut yang menjadi dasar ditetapkannya Batik Tulis Merawit Cirebon sebagai komoditas produk batik yang mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada tahun 2024. Beberapa waktu lalu, Dirjen IKMA melakukan kunjungan kerja ke Sentra Batik Trusmi dalam rangka mendukung persiapan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 yang akan mengangkat Batik Tulis Merawit Cirebon sebagai ikon utama.

Yayasan Batik Indonesia

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI) pada 6–10 Agustus 2025, akan digelar di Pasaraya Blok M, Jakarta, dengan tema “Bangga Berbatik”. Upaya ini sebagai langkah strategis dalam memacu pengembangan industri batik di dalam negeri agar semakin digemari oleh konsumen domestik maupun menembus pasar ekspor.

“Industri batik nasional mencatat nilai ekspor sebesar USD7,63 juta pada triwulan I tahun 2025, dengan tujuan ekspor utama ke Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa. Batik Cirebon, termasuk yang dari Trusmi, menjadi salah satu kontributor penting dalam rantai pasok ekspor batik nasional, baik dalam bentuk kain maupun produk jadi seperti produk apparel dan home decor,” tutur Reni./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

ILO dan Kemenko
Ekonomi Rakyat

ILO, OJK dan Kemenko Perekonomian Lanjutkan Program Inklusi Keuangan untuk UMKM dan Pekerja Lewat Program Promise to Impact Fase Tiga

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menggelar acara "Celebrating Achievement, Strengthening...

Ali Mahsun
Ekonomi Rakyat

Ketum APKLI MP : Dasco Berperan Besar Jembatani Aspirasi Pedagang Kecil

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ketua Umum Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, Dan Pedagang Kaki...

Ekonomi Rakyat

INACRAFT 2026 : Rangkai Tradisi, Teknologi, dan Inovasi Dalam Satu Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali menghadirkan...

Ekonomi Rakyat

Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Empat UMK Binaan Hutama Karya Grup Tampilkan Kerajinan Etnik Berbasis Inovasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama anak perusahaannya,...