JAKARTA, Bisnistoday.co.id- OKX, perusahaan teknologi keuangan dan platform aset kripto global, mengumumkan telah menyelesaikan investasi strategis dari Circle, Qube Research & Technologies (QRT), Ripple, dan SC Ventures by Standard Chartered. Valuasi pra-pendanaan (pre-money valuation) dalam investasi ini adalah US$25 miliar.
Putaran ini melanjutkan investasi strategis dari Intercontinental Exchange (ICE), induk perusahaan New York Stock Exchange, yang diumumkan OKX pada Maret 2026.
Infrastruktur keuangan bisa berjalan dengan baik jika komponen intinya saling terhubung. Penerbitan stablecoin, likuiditas, jaminan (collateral), dan kustodian harus memenuhi standar institusional dan bekerja secara terpadu.
Setiap investor dalam putaran ini sudah mendukung salah satu lapisan tersebut di OKX. Circle sebagai platform keuangan internet dan penerbit USDC, stablecoin teregulasi terbesar di dunia. USDC sudah terintegrasi di seluruh platform OKX.
QRT sebagai manajer investasi multistrategi global dan salah satu mitra institusional utama OKX menyediakan likuiditas dan kapasitas risiko dalam skala besar. QRT juga bekerja sama erat dengan OKX untuk meluncurkan dan mengembangkan produk serta pasar baru.
Selanjutnya ada Ripple yang membawa keahlian di bidang pembayaran, likuiditas, dan infrastruktur stablecoin. Stablecoin RLUSD milik Ripple tersedia di unified order book OKX. Terakhir ada Standard Chartered yang bertindak sebagai kustodian BUIDL, dana treasury tokenisasi yang menjadi inti kerangka jaminan yang diluncurkan OKX bersama BlackRock.
Melalui investasi dan kemitraan strategis tersebut, OKX menyatukan sejumlah pembangun infrastruktur keuangan paling penting untuk mendukung visinya bagi generasi berikutnya pasar onchain.
“Visi kami sangat sederhana: simpan, bayar, investasikan, dan kembangkan. Kami ingin membangun platform teknologi keuangan untuk generasi berikutnya. Platform ini menggabungkan teknologi kripto dengan standar yang diharapkan orang dari institusi keuangan global,” ujar Star Xu, Founder dan CEO OKX dalam keterangan persnya, baru-baru ini.
“Itulah fondasi putaran ini. Pendanaan ini memberi kami modal untuk terus bertumbuh dan melakukan tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). Circle, QRT, Ripple, dan Standard Chartered berinvestasi bersama kami. Bursa adalah titik awal kami, dan kini kami berkembang menjadi platform teknologi keuangan global yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Jeremy Allaire, Co-founder, Chairman, dan CEO Circle mengatakan bahwa, Integrasi USDC di platform OKX menunjukkan apa yang terjadi ketika infrastruktur dolar yang teregulasi bertemu dengan salah satu lingkungan perdagangan onchain paling aktif di dunia.
“Investasi Circle di OKX memperdalam hubungan tersebut. Ini juga menjadi sinyal arah infrastruktur pasar generasi berikutnya menurut kami,” ucapnya.
Thomas Eaton, Quantitative Trading Director, QRT turut mengungkapkan pendapatnya dimana Investasi QRT mencerminkan keyakinannya terhadap OKX serta pertumbuhan jangka panjang aset digital dan pasar yang beroperasi 24/7.
Investor lainnya dari Ripple mengungkapkan bahwa Investasi yang ditanamkan mencerminkan keyakinan terhadap apa yang mereka bangun. “Investasi ini juga membuka peluang untuk memperdalam kerja sama kami di bidang stablecoin, pembayaran, dan pasar institusional,” kata Jack McDonald, SVP of Stablecoins, Ripple.
Keterlibatan institusional yang berarti di aset digital membutuhkan infrastruktur yang tepercaya sejak awal, termasuk kustodian berstandar institusional. “Kemitraan kami dengan OKX mencerminkan pentingnya infrastruktur tersebut dalam mendukung ekonomi onchain,” ujar Alex Manson, CEO SC Ventures by Standard Chartered./



















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)




















