JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Didi Max Berjangka (Didimax) melalui keteranganya di Jakarta, Selasa (13/10) mengklarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan manipulasi sistem perdagangan dan klaim kerugian nasabah sebesar Rp23 miliar yang dimuat salah satu media online pada 23 September 2026.
Manajemen Didimax melalui keteranganya, menilai bahwa informasi mengenai klaim kerugian tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dan proporsional, terutama dengan mempertimbangkan data riwayat transaksi perdagangan, jumlah dana yang disetorkan, serta total penarikan yang telah dilakukan oleh nasabah bersangkutan.
Berdasarkan data riwayat transaksi MetaTrader 5 (MT5) yang menjadi dasar klarifikasi perusahaan, total penarikan dana nasabah tercatat mencapai USD327.800 atau setara Rp4,58 miliar. Angka tersebut justru lebih tinggi dibandingkan total deposit sebesar USD230.000 atau sekitar Rp3,22 miliar.
Dengan demikian, terdapat selisih positif antara penarikan dan deposit sebesar USD97.800 atau sekitar Rp1,36 miliar.Fakta berdasarkan data yang dikemukakan perusahaan ini menjadi bagian penting yang tidak seharusnya diabaikan dalam pemberitaan mengenai klaim kerugian hingga Rp23 miliar.
Didimax menegaskan bahwa penyampaian informasi kepada publik harus mengedepankan data yang dapat diverifikasi, bukan semata-mata bertumpu pada besarnya nilai tuntutan yang disampaikan salah satu pihak.
Data MT5: Penarikan Dana Nasabah
Berdasarkan riwayat transaksi akun nasabah yang bersangkutan, Didimax mencatat sejumlah informasi keuangan yang memberikan gambaran berbeda dari persepsi kerugian yang berkembang dalam pemberitaan.
Total deposit nasabah tercatat sebesar USD230.000 atau setara Rp3.220.000.000 dengan asumsi kurs tetap Rp14.000 per dolar AS. Sementara itu, total withdrawal atau penarikan dana mencapai USD327.800 atau setara Rp4.589.200.000.
Artinya, berdasarkan perbandingan kedua komponen tersebut, jumlah dana yang tercatat ditarik oleh nasabah melampaui dana yang disetorkan sebesar USD97.800 atau Rp1.369.200.000.
Selain itu, riwayat transaksi juga mencatat keuntungan trading kumulatif sebesar USD110.507, komisi transaksi sebesar USD12.690, serta saldo akhir sebesar USD17. Data tersebut, menurut Didimax, menunjukkan bahwa penilaian terhadap kondisi keuangan akun nasabah tidak dapat hanya didasarkan pada angka tuntutan Rp23 miliar tanpa mempertimbangkan keseluruhan riwayat transaksi.
Perusahaan memandang bahwa selisih positif antara penarikan dan deposit merupakan informasi material yang harus mendapat ruang dalam pemberitaan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih lengkap.Meski demikian, Didimax menekankan bahwa data tersebut tetap harus dibaca sesuai konteks pencatatan transaksi dan dapat diperiksa lebih lanjut melalui proses verifikasi yang objektif./



















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)




















