BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Pemanfaatan wakaf produktif untuk sektor kesehatan menjadi salah satu pembahasan dalam Waqf Investor Forum yang digelar sebagai bagian dari 2nd Global Conference on Waqf Development di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat (16/10/2026).
Dalam forum yang merupakan rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 tersebut, Wakaf Salman ITB memaparkan rencana pembangunan rumah sakit berbasis wakaf di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pembangunan fasilitas kesehatan itu direncanakan berlangsung secara bertahap, dimulai dengan pendirian Klinik Salman Soreang.
Rencana tersebut dipaparkan dalam forum bertema “Advancing Inclusive Productive Waqf for Global Economic Resilience” yang diselenggarakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama Bank Indonesia.
Rumah sakit tersebut direncanakan berdiri di atas lahan wakaf seluas 16.533 meter persegi di Soreang. Lokasinya berada dalam satu kompleks dengan Masjid Salman Rasidi yang saat ini digunakan oleh masyarakat untuk beribadah.
Tahap awal pembangunan akan difokuskan pada klinik, sebelum dilanjutkan dengan pembangunan rumah sakit di gedung terpisah dalam kompleks yang sama.
Perwakilan PT Salman Global Medika, Fakhri, mengatakan rencana tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bandung.
“Rumah sakit ini adalah impian warga Kabupaten Bandung. Lewat ISEF, kami ingin mengajak lebih banyak pihak ikut mewujudkannya, dimulai dari klinik yang bisa segera melayani masyarakat,” ujar Fakhri yang hadir mewakili Komisaris Utama PT Salman Global Medika, dr. Budi Setiawan Djamhoer, MARS.
PT Salman Global Medika merupakan bagian dari Wakaf Salman yang bertindak sebagai konsultan dalam rencana pembangunan klinik dan rumah sakit tersebut.
Investasi Wakaf di Bidang Kesehatan
Selain rencana pembangunan rumah sakit, pemanfaatan wakaf produktif juga dibahas melalui skema investasi di sektor kesehatan.
Dalam forum yang sama, Wakaf Salman menandatangani perjanjian kerja sama investasi di bidang aktivitas kesehatan manusia dengan Medikids. Melalui kerja sama ini, dana abadi Wakaf Salman diinvestasikan pada Klinik Medikids Bandung.
Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Direktur Wakaf Salman, Ir. Hari Utomo, MBA, bersama Ketua Umum Yayasan Wakaf Produktif, Afdhal Aliasar, B.Sc., MBA, MIF, serta Direktur Medikids Cabang Dago, drg. Maemunah.
Medikids merupakan penyedia layanan klinik yang berfokus pada kesehatan gigi anak dan keluarga. Dari sekitar 30 cabangnya, delapan dikembangkan melalui skema wakaf produktif.
Hasil investasi tersebut direncanakan untuk mendukung pemberian beasiswa bagi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Skema tersebut memperlihatkan salah satu bentuk pemanfaatan wakaf produktif, yakni pengelolaan dana melalui kegiatan usaha agar dapat menghasilkan manfaat yang berkelanjutan. Selain mendukung layanan kesehatan, hasil pengelolaan dana juga dapat dialokasikan untuk program pendidikan.
Untuk Kebutuhan Masyarakat
Dalam rangkaian ISEF 2026, informasi mengenai rencana pembangunan fasilitas kesehatan dan pengelolaan wakaf juga disampaikan melalui stan pameran. Pengunjung mendatangi stan tersebut untuk mencari informasi mengenai rencana rumah sakit di Kabupaten Bandung, mekanisme wakaf, hingga peluang berpartisipasi.
Pengembangan wakaf produktif di sektor kesehatan menjadi salah satu upaya untuk memperluas pemanfaatan aset dan dana wakaf di luar peruntukan sosial yang bersifat langsung.
Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, wakaf berpotensi mendukung penyediaan fasilitas kesehatan sekaligus membiayai program sosial dan pendidikan.
Adapun rencana pembangunan rumah sakit di Soreang akan dilaksanakan secara bertahap, dengan klinik sebagai tahap awal sebelum pengembangan fasilitas rumah sakit di lokasi yang sama.







































