PONTIANAK , Bisnistoday.co.id,– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian, terutama di Kabupaten Ketapang yang disebut sebagai salah satu wilayah dengan jumlah titik api cukup tinggi. Meski kondisi di Pontianak mulai membaik, dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat tetap perlu diwaspadai.
Program Leader Rumah Zakat, Ka Halimah, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, pada 17 Oktober 2026 tidak lagi ditemukan titik api di Pontianak. Namun, upaya pemadaman karhutla masih berfokus di Kabupaten Ketapang.
Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga warga di wilayah lain yang terdampak kabut asap.
“Semua terdampak karena kita hidup di lingkungan yang sama dan butuh udara yang bersih,” ujar Ka Halimah.
Ia menambahkan bahwa persoalan kabut asap telah berlangsung selama tiga hingga empat bulan. Meskipun hujan mulai turun, kualitas udara menurut pengamatannya masih perlu mendapat perhatian.
Natur Gondowangi dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan
Melalui program Natur Green Action, sebanyak 1.000 masker dibagikan kepada masyarakat bersama produk Natur Shampoo dan HG for Men Facial Wash.
Kegiatan ini juga disertai edukasi penggunaan masker sebagai salah satu langkah untuk membantu masyarakat mengurangi paparan kabut asap saat beraktivitas.
Head of Marketing Gondowangi, Mega Anjasmoro, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut mulai direncanakan sejak akhir September 2026, setelah perusahaan menerima laporan mengenai dampak karhutla di Kalimantan Barat.
Selain gangguan kualitas udara, laporan tim lapangan juga menunjukkan adanya masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Kondisi tersebut mendorong Gondowangi menggandeng Rumah Zakat untuk menghadirkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Dukungan bagi Masyarakat dan Petugas Pemadam
Aksi pembagian masker merupakan salah satu bagian dari Natur Green Action. Gondowangi juga merencanakan bantuan berupa selang dan masker respirator bagi tim pemadam kebakaran di Pontianak dan Palangka Raya, serta bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak di Pontianak.
Ka Halimah menekankan pentingnya perlengkapan pelindung bagi petugas pemadam kebakaran agar mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih aman saat berhadapan langsung dengan asap.
Sementara itu, salah seorang warga penerima bantuan mengungkapkan bahwa ayahnya mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga tersebut juga menyampaikan kebutuhan akan air bersih.
Di balik banyaknya titik api yang menjadi perhatian, terdapat masyarakat yang harus menghadapi dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Natur Green Action, Gondowangi bersama Rumah Zakat berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan warga sekaligus mendukung pihak-pihak yang bekerja menangani karhutla.(adit)







































