JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Film Laut Bercerita mengangkat semangat anak muda dalam memperjuangkan kebebasan dan keadilan di tengah situasi politik Indonesia pada akhir 1990-an.
Sutradara Yosep Anggi Noen mengatakan semangat generasi muda dalam mencintai dan memperjuangkan bangsa menjadi salah satu pesan utama yang ingin disampaikan melalui film tersebut.
“Menurut kami sejak awal, spirit yang ingin dibangun film ini sebenarnya adalah spirit anak muda. Kehadiran anak-anak muda yang mencoba menunjukkan rasa cintanya pada negeri ini, tapi dalam satu situasi yang tidak disukai oleh penguasa di zaman itu,” ujar Anggi dalam konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
Menurut Anggi, anak muda memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan kecintaan terhadap bangsa dan tanah air, meskipun cara tersebut tidak selalu sejalan dengan keinginan penguasa.
Ia memandang semangat anak muda memiliki relevansi dalam perjalanan sejarah Indonesia, bahkan sebelum Sumpah Pemuda. Baginya, generasi muda turut berperan dalam membentuk kesadaran kebangsaan, termasuk melalui organisasi pelajar Indonesia di Belanda.
Karena itu, Anggi mengatakan semangat tersebut perlu terus dipelihara. Meski ketidakadilan masih terjadi, ia melihat semangat generasi muda untuk memperjuangkan perubahan tetap menjadi harapan.
“Karena ternyata ketidakadilan masih ada. Tapi kita harus melihat bahwa ada satu relevansi besar, semangat kaum muda tidak pernah padam,” ungkapnya.
Suara Kritis Generasi Muda
Laut Bercerita diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori. Film ini mengisahkan kehilangan, perjuangan, dan harapan di tengah peristiwa penghilangan paksa pada akhir 1990-an.
Cerita berlatar di Yogyakarta, ketika suasana kampus diliputi ketegangan setelah tiga mahasiswa ditangkap karena menyebarkan buku terlarang.
Biru Laut, mahasiswa yang gemar membaca dan menulis, kemudian bergabung dengan kelompok studi Winatra bersama Daniel, Alex, Sunu, dan kawan-kawannya.
Mereka memperjuangkan kebebasan berekspresi di tengah tekanan yang dihadapi. Namun, Laut dan sejumlah kawannya menghilang tanpa kabar. Keluarga, termasuk adiknya, Asmara Jati, serta para sahabat kemudian menjalani pencarian panjang untuk mengetahui nasib mereka.
Aktor Reza Rahadian, yang memerankan Biru Laut, juga menilai harapan menjadi hal penting yang perlu terus dijaga. Menurutnya, film Laut Bercerita turut memelihara harapan melalui suara dan sikap kritis generasi muda.
“Saya selalu yakin kita tidak bisa berhenti tentunya bertumpu pada harapan. Karena pada akhirnya salah satu yang bisa kita kaitkan itu adalah harapan itu sendiri. Film ini turut memelihara harapan-harapan itu,” tutur Reza dalam kesempatan yang sama.
Ia menyampaikan saat ini anak muda menyuarakan berbagai persoalan melalui kelompok dan gerakan masing-masing. Isu yang diperjuangkan beragam, mulai dari kebakaran hutan dan lingkungan hingga politik.
“Bagi saya, selama ada anak-anak muda yang terus menyuarakan hal-hal yang sangat penting, maka di saat yang bersamaan, apa pun kondisi yang mungkin kita hadapi hari ini, dari berbagai macam aspek, kita tetap bisa yakin bahwa kita punya harapan yang baik untuk Indonesia yang lebih baik ke depan,” katanya.
Ia menekankan film Laut Bercerita juga dapat menjadi ruang untuk melihat kembali kondisi Indonesia pada era 1990-an sekaligus merefleksikan relevansinya dengan situasi saat ini.
Selain Reza, sejumlah aktor ternama Tanah Air turut membintangi film Laut Bercerita antara lain Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, dan Ibnu Jamil.
Diproduksi oleh Pal 8 Pictures, film drama yang ditujukan bagi penonton berusia 17 tahun ke atas ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026. (E2-NOVITA LESTARI)







































