JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 2% ke level 8.291 pada perdagangan Rabu (11/2), meskipun tekanan jual investor asing masih berlanjut. Kenaikan indeks dinilai lebih didorong oleh reli spekulatif saham konglomerasi dibandingkan dukungan fundamental pasar.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat investor asing kembali membukukan net outflow sebesar Rp526 miliar. Tekanan jual terbesar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan outflow mencapai Rp626 miliar, mencerminkan masih terbatasnya minat institusional global terhadap pasar domestik.
Di tengah arus keluar dana asing tersebut, penguatan IHSG justru ditopang oleh saham-saham konglomerasi milik grup Prayogo Pangestu, seperti BRPT, CUAN, dan BREN. Saham-saham ini mencatat kenaikan signifikan seiring rotasi sektor dan aksi bargain hunting jangka pendek dari pelaku pasar.
Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai penguatan pasar saat ini bersifat taktis dan spekulatif, belum sepenuhnya ditopang oleh saham berfundamental kuat.
Dari sisi kebijakan, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama MSCI tengah membahas pembukaan daftar konsentrasi pemegang saham (shareholders concentration list). Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia agar sejalan dengan standar praktik internasional.
Meski IHSG menunjukkan ketahanan jangka pendek, pelaku pasar diimbau tetap mencermati pergerakan dana asing yang dinilai masih menjadi faktor penentu arah pasar. Mirae Asset memperkirakan ruang penguatan IHSG dalam waktu dekat relatif terbatas dan sangat bergantung pada kembalinya aliran modal global ke pasar domestik. //



