www.bisnistoday.co.id
Kamis , 24 September 2026
Home HEADLINE NEWS Ekonomi RI Tumbuh 5,39 Persen, Pemerintah Siapkan Respons atas Outlook Negatif Moody’s
HEADLINE NEWS

Ekonomi RI Tumbuh 5,39 Persen, Pemerintah Siapkan Respons atas Outlook Negatif Moody’s

Menko Perekonomian
MENKO Perekonomian, Airlangga Hartarto./ant/
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pemerintah melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen, menjadi yang tertinggi di antara negara-negara G20. Capaian ini memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa secara tahunan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen. Menurutnya, kinerja ini menunjukkan fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan stabil.

Dari sektor riil, aktivitas manufaktur masih berada pada zona ekspansi dengan indeks 52,6. Sementara itu, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga meningkat, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik menjadi 127 pada Januari 2026 dari sebelumnya 123,5.

Kinerja konsumsi domestik turut menunjukkan tren positif. Penjualan riil tumbuh 7,9 persen secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan Desember yang hanya tumbuh 3,5 persen. Di sisi eksternal, neraca perdagangan mencatat surplus 2,51 miliar dolar AS pada Desember 2025, menandai surplus selama 68 bulan berturut-turut.

Investasi juga menunjukkan performa kuat. Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1.931,2 triliun. Cadangan devisa tetap tinggi di level 154,6 miliar dolar AS, sementara pertumbuhan kredit tercatat 9,69 persen.

Meski indikator ekonomi menunjukkan kinerja solid, pemerintah tetap mewaspadai outlook negatif yang diberikan lembaga pemeringkat Moody’s. Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan penjelasan komprehensif mengenai prospek ekonomi nasional dalam forum Indonesia Economic Outlook.

Forum tersebut akan memaparkan strategi menjaga stabilitas fiskal, arah kebijakan ekonomi, serta program prioritas pemerintah. Presiden Prabowo Subianto disebut meminta jajaran pemerintah menyiapkan penjelasan yang lebih lengkap guna memperkuat kepercayaan pasar.

Airlangga menegaskan bahwa peringkat kredit Indonesia dari lembaga pemeringkat global lainnya, seperti Fitch Ratings dan Standard & Poor’s, masih berada pada level investment grade. Namun demikian, pemerintah tetap menjadikan outlook Moody’s sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat kebijakan ekonomi ke depan.

Pemerintah juga akan menjelaskan potensi peningkatan penerimaan negara serta arah pengelolaan investasi strategis, termasuk rencana pengembangan Danantara Indonesia.

Dengan berbagai indikator positif tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga sekaligus mampu menghadapi tantangan global pada tahun mendatang./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Budi Santoso
HEADLINE NEWS

Produk UMKM Didorong Masuk ke Tokopedia dan Tiktok Shop

SOLO, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Tokopedia dan Tiktok Shop untuk...

Bank Indonesia diperkirakan pertahankan BI Rate./
HEADLINE NEWS

Ekonom Perkirakan BI Rate Masih Logis Bertahan dilevel 5,75%

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah tekanan nilai tukar Rupiah yang menembus Rp...

HEADLINE NEWS

Sebanyak 117 Korban Belum Diketemukan,  Kemenhub Tingkatkan Operasi SAR Virgo Transport 8

BANJARMASIN, Bisnistoday– Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mendukung pelaksanaan...

Pelabuhan
HEADLINE NEWS

Prospek Asia Tenggara Tetap Terhubung di Tengah Divergensi Pertumbuhan Ekonomi

SINGAPURA, Bisnistoday – Prospek ekonomi Asia Tenggara dalam satu dekade mendatang masih menunjukkan...