www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Oktober 2026
Home LIFESTYLE Kisah Pedagang Jamu Gendong Ganti Mengayuh Sepeda
LIFESTYLETrends & Mode

Kisah Pedagang Jamu Gendong Ganti Mengayuh Sepeda

jamu gendong
Social Media

Betapa kaget sekaligus gembiranya  Narsih, saat mendapat kabar dari BRI Cabang Cipulir akan mendapat uang bantuan sebesar Rp 2,4 juta. Ia tidak mengerti ketika itu mengapa mendapat uang bantuan.

“Aku bingung ada apa, dibilangin mau dapat bantuan. Saya disuruh datang ke BRI Cabang Cipulir untuk mengisi formulir,” tutur Narsih penjaja jamu keliling.    

Ia sempat tidak percaya akan dapat uang bantuan. Tetapi dengan penuh keyakinan, ia mendatangi kantor BRI yang menghubunginya. Benar saja, beberapa lembar formulir disodorkan pada perempuan warga Petukangan, Jakarta Selatan ini. 

Bukan senang kepalang Narsih, keraguannya lenyap. Di situ ia baru tahu, ia mendapat Bantuan Presiden Produktif Usah Mikro sebesar Rp 2,4 juta. Tidak lama, uang itu masuk ke rekeningnya. 

Sudah 25 tahun Narsih menjadi pedagang jamu keliling. Saban hari, pagi dan sore, ia menggenjot gerobok sepeda jamunya berkeliling sudut-sudut jalanan di daerah Petukangan, Jakarta Selatan. 

Sepedanya terlihat sudah tua dan rongsok, penyok di beberapa bagian. Gerobak (rombong) jamu di atas sepedanya juga tampak kusam. Catnya memudar. Selama 25 tahun sepeda itulah yang setia menemaninya menjajakan jamu.

Subuh, mulai pukul 3.00 WIB, Narsih bercerita ia sudah bangun untuk mempersiapkan bahan-bahan jamu dagangannya. Saat matahari menampakkan sinarnya, pertanda ia harus keluar rumah berkeliling jual jamu sampai pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, ia berkemas lagi untukjualan  di sore hari, mengadu peruntungan dari orang-orang penggemar jamu racikannya. 

“Harga jamu satu gelas, bisa Rp3000 – 5000 tergantung permintaan. Semampu pembelinya. Dalam sehari keliling bisa dapat Rp 150 ribu dan kalau ramai sekali bisa sampai Rp 200 ribu,” ucap Narsih.

Pendapatan hariannya itu hanya cukup untuk membayar kontrakan rumah dan kebutuhan sehari-hari keluarganya. Narsih menjadi tulang punggung ekonomi keluarga sejak suaminya meninggal dunia. Sempat ia pulang kampung karena wabah Covid-19.  Namun, di kampung ia juga tidak punya pekerjaan, akhirnya ia kembali lagi ke Jakarta. 

Ia sudah merencanakan uang bantuan yang diterimanya akan digunakan mengganti sepeda tuanya dan rombong jamunya.  “Beberapa kali saya jatuh sewaktu jualan naik sepeda karena sepeda rusak, termos juga rusak. Harus diganti,” kata Narsih.

Narsih sudah membayangkan, ia akan berdagang dengan sepeda dengan kondisi yang lebih baik. Rombong jamunya juga akan baru. Hal yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya akan bisa mengganti sepeda jika hanya mengandalkan hasil jualan jamu./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

LIFESTYLE

Playlist Rewind 2026 Hadir 14–15 November, Satukan Peterpan hingga Raisa

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Playlist Live Festival siap kembali menyapa pencinta musik melalui...

Rute SMARTFREN Fun Run Bandung dimulai dari Balai Kota Bandung. Peserta bergerak menuju Jalan Jawa, melewati kawasan Polres Bandung, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Bangka dan Jalan Sunda.
LIFESTYLESport & Health

SMARTFREN Fun Run Dekatkan Jaringan 5G dengan Lifestyle Masyarakat Bandung

BANDUNG, Bisnistoday.co,id — SMARTFREN Fun Run Bandung akan digelar di Balai Kota...

XLSMART terus memperkuat jaringan 5G di Bandung dan sekitarnya untuk meningkatkan kualitas konektivitas serta mendukung kebutuhan digital masyarakat.
LIFESTYLE

XLSMART Perkuat Jaringan 5G Bandung, Smartfren Unlimited Tawarkan Internet Tanpa Batas

BANDUNG, Bisnistoday.co.id— PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat jaringan 5G di...

Paylater
Trends & Mode

Maraknya Fenomena “Mantab (Makan Tabungan)”, Rata-Rata Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun 45%

Gaji belum datang, tetapi saldo tabungan sudah terpakai untuk belanja kebutuhan sehari-hari....