JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (27/8) ditutup melema 16,71 poin ke posisi 6.041,37. Sementara indeks LQ45 turun 4,49 poin ke posisi 845,71.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (27/8) menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan ini, pasar masih menunggu pandangan dari The Fed tentang ekonomi AS dan petunjuk tentang rencana The Fed untuk mengurangi stimulus moneternya.
Seperti diberitakan bahwa Jumat malam ini, Gubernur The Fed, Jerome Powell akan memberikan pidato dalam acara simposium tahunan Jackson Hole di Wyoming, AS.
Sedangkan dari dalam negeri, DPR RI sedang melakukan pembahasan terkait revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).
Dalam RUU tersebut, pajak pertambahan nilai (PPN) akan ditanggung oleh konsumen. Hal tersebut dikhawatirkan akan menekan daya beli masyarakat.
Dibuka melemah, IHSG sempat menguat namun tak lama kembali ke zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam yaitu 0,96 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen nonprimer masing-masing minus 0,77 persen dan minus 0,57 persen.
Sedangkan, tiga sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 2,58 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor transportasi masing-masing 0,41 persen dan 0,2 persen.
Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp467,83 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.268.656 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,31 miliar lembar saham senilai Rp10,2 triliun. Sebanyak 184 saham naik, 320 saham menurun, dan 145 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia pada Jumat sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 101,15 poin atau 0,36 persen ke 27.641,14, indeks Hang Seng turun 7,8 poin atau 0,03 persen ke 25.407,89, dan Straits Times terkoreksi 28,65 poin atau 0,92 persen ke 3.080,77.
Rupiah Stagnan
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup stagnan atau sama dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.418 per dolar AS.
“Pasar cenderung wait-and-see menjelang pidato Powell di acara simposium nanti malam,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia seperti dilansir AntaraNews.
Menurut Nikolas, ekspektasi terhadap pidato Powell sejak awal minggu ini sudah membuat nilai dolar AS mengalami koreksi karena investor cenderung melepas aset investasi aman tersebut.
“Pelaku pasar berharap ada kejelasan terkait kondisi ekonomi AS, terutama terkait prospek tapering,” ujar Nikolas.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.425 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.418 per dolar AS hingga Rp14.445 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.431 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.423 per dolar AS./


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)























