JAKARTA, Bisnistoday.co.id – The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali menghadirkan sister event-nya, INACRAFT October Vol.5 2026 dengan mengusung tema “Techno Craft” yang diselenggarakan pada 7-11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Sejalan dengan visi besar “From Smart Village to Global Market” serta komitmen Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dalam menggerakkan regenerasi industri kerajinan Indonesia, konsep utama Youthpreneurs kembali dihadirkan sebagai bagian dari INACRAFT October.
“Konsep tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan kreativitas dan inovasi Indonesia, sekaligus mengambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan industri kriya,” ujar Ketua Umum BPP ASEPHI Hatman di Jakarta, Selasa (6/10)
Sementara itu, Kehadiran “Techno Craft” menjadi ruang yang memperlihatkan bahwa tradisi dan teknologi bukanlah dua hal yang berseberangan, melainkan dua kekuatan yang dapat bersinergi untuk membawa kerajinan Indonesia menuju masa depan.
Dengan total peserta keseluruhan 829 stan, INACRAFT October Vol. 5 2026 akan menempati 5 hall JICC. Berdasarkan kategori kepesertaan, total peserta Individu/Anggota ASEPHI sebanyak 713 peserta, sementara untuk peserta Dinas sebanyak 85 stan, Kementerian/BUMN sebanyak 15 stan, dan peserta Luar Negeri menempati area Main Lobby.
Terdapat juga 18 island yang diisi oleh BUMN dan lainnya. Selain itu, terdapat peserta Individu Non Anggota sebanyak 69 peserta dan Talam sebanyak 59 peserta.
Dengan mempertimbangkan situasi ekonomi nasional maupun global, panitia menargetkan 80.000 pengunjung, 120 potential buyers international, transaksi retail senilai 100 miliar rupiah dengan kontrak dagang mencapai USD 2,7 juta. Potential buyers ini diharapkan tidak hanya melirik produk eksportir anggota ASEPHI, tetapi juga karya 19 youthpreneurs yang turut berpartisipasi.
Sebagai penyelenggara, ASEPHI juga menyelenggarakan ASEAN Business Forum bertema “Scaling Up ASEAN Gifts & Crafts: Sustainability and Market Access” dengan panelis dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan (Bea Cukai), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), dan didukung oleh ASEAN Gifts & Crafts Federation hingga artisan muda sebagai inspirasi, serta membuka jejaring melalui B2B Networking bersama 30 youthpreneurs terkurasi.
“ASEPHI juga berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (PPPA) dalam memperkenalkan kembali permainan tradisional anak Indonesia di INACRAFT dan dengan Kementerian Hukum melalui DJKI & AHU media untuk mensosialisasikan pentingnya merek dan perlindungan Indikasi Geografis kepada para penggiat seni dan budaya Indonesia,” pungkas Hatman./
















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)
























