www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Nota Pastoral KWI Jadi Spirit Gerakan PMKRI 2026–2028, Kader Diminta Rawat Keadaban Publik
Humaniora

Nota Pastoral KWI Jadi Spirit Gerakan PMKRI 2026–2028, Kader Diminta Rawat Keadaban Publik

PMKRI
Christian A.D. Rettob (Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026-2028) saat pidato pelantikan./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Nota Pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menjadi pijakan moral dan kebangsaan bagi gerakan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) selama periode kepengurusan 2026–2028. Semangat tersebut ditegaskan dalam pelantikan Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas yang berlangsung di Margasiswa I, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/9).

Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi mahasiswa Katolik, melainkan momentum untuk memperkuat peran kader dalam merawat keadaban publik, meneguhkan solidaritas kemanusiaan, dan menghadirkan perubahan nyata di tengah dinamika kehidupan bangsa.

Rangkaian pelantikan diawali dengan Misa Pelantikan, pemberkatan, dan perutusan para pengurus. Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Hans Jeharut, didampingi Pastor Lukas Kelwulan dan Pastor Joseph El.

Dalam homilinya, Pastor Hans mengingatkan bahwa pelantikan tidak boleh berhenti pada seremoni dan simbol organisasi. Amanah kepemimpinan harus segera diwujudkan melalui tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, PMKRI memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam membangun kehidupan publik yang lebih beradab. Karena itu, para pengurus dan kader dituntut menerjemahkan nilai-nilai yang diperjuangkan organisasi menjadi gerakan yang menjawab persoalan masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan kepemimpinan organisasi mahasiswa tidak semata-mata diukur dari program kerja atau aktivitas internal, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya membawa dampak bagi kehidupan sosial dan kebangsaan.

Menjadikan Nota Pastoral sebagai Kompas Gerakan

Ketua Presidium PP PMKRI Sanctus Thomas Aquinas Periode 2026–2028, Christian A. D. Rettob, menegaskan bahwa arah gerakan organisasi selama dua tahun ke depan akan bertumpu pada nasihat dan koreksi kebangsaan yang termuat dalam Nota Pastoral KWI.

Christian memandang pesan tersebut sebagai landasan refleksi sekaligus dorongan bagi PMKRI untuk mengambil bagian dalam merawat kehidupan berbangsa yang menjunjung tinggi martabat manusia, solidaritas, dan keadaban publik.

“Jalan harapan di tengah dinamika bangsa, Gereja berjalan bersama merawat keadaban publik dan meneguhkan solidaritas kemanusiaan di Indonesia. PMKRI dengan segala kemampuan kader hari ini akan berusaha menginternalisasi dan mengimplementasikan nasihat kebangsaan ini,” ujarnya dalam pidato kebangsaan.

Pernyataan tersebut menempatkan PMKRI tidak hanya sebagai organisasi kaderisasi mahasiswa Katolik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial generasi muda.

Dalam konteks kehidupan demokrasi, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menyampaikan aspirasi, mengawal kepentingan publik, serta mendorong kebijakan yang berpihak pada martabat manusia. Tantangannya adalah memastikan idealisme tersebut hadir dalam kerja nyata, bukan berhenti sebagai wacana.

Christian juga mengajak seluruh kader untuk bergerak bersama mewujudkan visi dan misi organisasi melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Gerakan sosial dan kebangsaan itu, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan pembinaan kader yang berkelanjutan.Dengan demikian, PMKRI diharapkan mampu mempertahankan fondasi intelektual, spiritual, dan organisatoris agar tetap relevan dalam menjawab persoalan zaman.

Idealisme, Modal Utama Kepemimpinan

Pentingnya menjaga idealisme juga menjadi pesan utama yang disampaikan Gaudens Wodar, mewakili Anggota Penyatu sekaligus Ketua Presidium PP PMKRI Periode 1988–1990.

Ia mengingatkan bahwa idealisme merupakan salah satu kekayaan paling berharga dalam perjalanan sebuah organisasi. Karena itu, para pengurus baru harus menjaga integritas dan tidak mudah tergoda oleh kepentingan yang dapat menggeser nilai-nilai perjuangan.“Inilah salah satu harta berharga perhimpunan yang harus dijaga. Jangan gampang dibeli. Jaga idealisme,” tegasnya.

Pesan tersebut mengandung tantangan tersendiri bagi kader PMKRI di tengah dinamika sosial dan politik. Integritas kepemimpinan diuji bukan hanya ketika seseorang menyampaikan kritik atau memperjuangkan perubahan, tetapi juga ketika berhadapan dengan kepentingan, tekanan, dan peluang yang berpotensi mengaburkan prinsip perjuangan.

Bagi organisasi kader, menjaga idealisme berarti mempertahankan keberanian bersikap kritis, mengedepankan kepentingan masyarakat, serta menempatkan nilai-nilai etika sebagai dasar pengambilan keputusan.

Identitas Kekatolikan dan Tanggung Jawab Kebangsaan

Sementara itu, Pastor Lukas Kelwulan mengingatkan para pengurus agar tetap menjaga identitas dan nilai-nilai kekatolikan sebagai kaum terpelajar.“Kalian dididik sejak kecil dengan nilai-nilai kekatolikan yang suci, kudus, dan apostolik. Jaga itu. Jangan biarkan situasi apa pun membuat kalian kehilangan itu,” tegasnya.

Pesan ini menegaskan bahwa kader PMKRI memiliki tanggung jawab ganda: mengembangkan kapasitas intelektual dan kepemimpinan sekaligus menjaga integritas moral yang bersumber dari nilai-nilai iman.

Identitas kekatolikan tersebut diharapkan tidak hanya tampak dalam kehidupan internal organisasi atau kegiatan keagamaan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, cara memperlakukan sesama, keberanian membela martabat manusia, serta keterlibatan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Dalam kehidupan berbangsa yang ditandai oleh keberagaman, nilai solidaritas, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kepedulian terhadap kelompok rentan menjadi bagian penting dari kontribusi kader muda Katolik bagi Indonesia.

Dengan perspektif tersebut, pembinaan kader tidak cukup hanya menghasilkan aktivis yang cakap berorganisasi. PMKRI juga ditantang melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, terbuka terhadap perbedaan, dan mampu memperjuangkan kepentingan publik secara bertanggung jawab.

Melanjutkan Tradisi Perjuangan Antarangkatan

Pelantikan Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas Periode 2026–2028 turut dihadiri para ketua umum organisasi kemahasiswaan, perwakilan OKP Cipayung Plus tingkat nasional dan organisasi kepemudaan, serta para Ketua Presidium PP PMKRI dari berbagai periode kepemimpinan, sejak 1985 hingga saat ini.

Kehadiran lintas generasi tersebut menjadi bagian penting dari kesinambungan perjalanan organisasi. Pengalaman para senior dan dinamika kader masa kini diharapkan dapat menjadi modal untuk memperkuat tradisi intelektual, kepemimpinan, dan pengabdian PMKRI.

Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta berbagai tantangan demokrasi dan kemanusiaan, organisasi mahasiswa dituntut untuk terus memperbarui cara bergerak tanpa kehilangan prinsip dasarnya.

Bagi PMKRI, periode 2026–2028 menjadi kesempatan untuk mempertemukan nilai-nilai kekatolikan, semangat intelektual, dan komitmen kebangsaan dalam kerja yang lebih konkret. Nota Pastoral KWI menjadi pijakan refleksi, sementara kaderisasi dan aksi sosial menjadi ruang untuk menerjemahkan pesan tersebut ke dalam kehidupan nyata.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kepengurusan baru tidak hanya terletak pada kuatnya gagasan atau lantangnya pernyataan kebangsaan, tetapi juga pada konsistensi memperjuangkan kepentingan masyarakat, menjaga integritas, dan membangun solidaritas lintas kelompok.

Dengan semangat tersebut, PMKRI diharapkan mampu meneguhkan perannya sebagai organisasi kader yang tidak hanya melahirkan pemimpin, tetapi juga menghadirkan harapan melalui kerja nyata untuk Indonesia yang lebih manusiawi dan berkeadaban./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Anne Carson, peraih Nobel Sastra 2026 (Dok: Nobelprize.org)
HumanioraKawasan Global

Penyair asal Kanada Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Penulis puisi asal Kanada, Anne Carson meraih Nobel Sastra...

Talkshow IDAFLW 2026 (dok: Ist)
Humaniora

IDAFLW 2026: Mewujudkan Potensi Ekonomi, Sosial dan Lingkungan dalam Atasi Susut dan Sisa Pangan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Peringatan International Day of Awareness of Food Loss and...

Mendikdasmen
Humaniora

Mendikdasmen Bersama Menko PMK Pantau Hasil Perbaikan Sekolah di SD Negeri Cirimekar 2 Kab.Bogor

KAB.BOGOR, Bisnistoday.co.id - Ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki,...

Humaniora

AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN Jadi Wadah 301 Pelajar Belajar Diplomasi

MAGELANG, Bisnistoday.co.id- Sebanyak 301 pelajar dari 31 provinsi di Indonesia mengikuti AYIMUN...