www.bisnistoday.co.id
Minggu , 25 Oktober 2026
Home LIFESTYLE Menilik Budaya Bahari di Tengah Masyarakat Suku Bajo
LIFESTYLE

Menilik Budaya Bahari di Tengah Masyarakat Suku Bajo

WISATA BAJO : Pemandangan pantaidi salah satu pulau di Kawasan Wisata Bajo, NTT, belum lama ini.
Social Media

BUTON, Bisnistoday  – Memasuki hari kedua di titik singgah Baubau dan Buton, Laskar Rempah menuju Desa Bajo Bahari, Buton, untuk menyaksikan adat istiadat dan merasakan kehangatan interaksi dengan Suku Bajo. Di desa tersebut, peserta berdialog langsung dengan warga asli Bajo terkait budaya bahari yang diturunkan oleh nenek moyang sejak masa lampau dan masih lestari hingga sekarang. Di atas perairan Buton inilah, peserta bisa melihat perkampungan orang-orang Bajo yang terapung di lepas laut.

Selain memiliki sejarah yang panjang tentang Jalur Rempah, Buton juga dikenal terkait dengan suku Bajo. Bajo adalah bangsa pengelana lautan yang turut meramaikan perniagaan laut Nusantara, berpindah dari satu titik ke titik lainnya di perairan Nusantara, bertahan dengan mengembangkan budaya bahari dan maritim yang terus berkesinambungan.

Tokoh Adat Desa Bajo Bahari, Si Muswar mengatakan bahwa Suku Bajo sejak dulu terkenal sebagai pengembara laut. “Nenek moyang Suku Bajo menggantungkan hidupnya di laut, bahkan dulu ketika belum punya rumah, mereka tinggal di atas perahu sope,” ujarnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, mereka mulai membangun rumah-rumah panggung sebagai tempat tinggal di atas permukaan laut dan menetap di kawasan ini. Meski kini arsitektur rumah sudah lebih modern, tetapi masih ada beberapa rumah asli dari Suku Bajo yang bisa dilihat di desa ini. Sebagian rumah di Desa Bajo Bahari Buton menggunakan kayu bakau yang menancap ke dalam dasar laut sebagai material tiang penopang rumah. 

Si Muswar mengatakan bahwa Suku Bajo bermata pencaharian sebagai nelayan dengan perahu yang dibuat sendiri oleh mereka. Berbekal ilmu melaut yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang Suku Bajo, mereka bisa melaut menyeberangi pulau-pulau besar dengan hasil pencaharian utama, yakni ikan laut. Meski begitu, mereka melaut tidak menentu sebab menyesuaikan dengan cuaca kala itu.

Setelah satu setengah jam berkeliling di Desa Bajo Bahari, Laskar Rempah Jawa Timur Dhimas Rudy Hartanto berharap bahwa Suku Bajo bisa tetap lestari di Indonesia. “Merekalah suku yang mewariskan ilmu-ilmu melaut dan perkapalan dari nenek moyang kita. Ilmu-ilmu perkapalan tersebut bisa diturunkan ke generasi mendatang sehingga bisa melahirkan pelaut-pelaut andal selanjutnya,” ujarnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

LIFESTYLE

Internet 5G XL di Bandung Raya Tembus 500 Mbps, Ini Pilihan Paketnya

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Layanan internet 5G XL di Bandung menawarkan kecepatan hingga...

LIFESTYLE

Tracker Hadirkan Apparel Riding dengan Fitur Ventilasi, Dukung Kenyamanan Berkendara

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Kenyamanan saat berkendara menjadi salah satu aspek yang perlu...

LIFESTYLE

Playlist Rewind 2026 Hadir 14–15 November, Satukan Peterpan hingga Raisa

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Playlist Live Festival siap kembali menyapa pencinta musik melalui...

Rute SMARTFREN Fun Run Bandung dimulai dari Balai Kota Bandung. Peserta bergerak menuju Jalan Jawa, melewati kawasan Polres Bandung, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Bangka dan Jalan Sunda.
LIFESTYLESport & Health

SMARTFREN Fun Run Dekatkan Jaringan 5G dengan Lifestyle Masyarakat Bandung

BANDUNG, Bisnistoday.co,id — SMARTFREN Fun Run Bandung akan digelar di Balai Kota...