www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home EKONOMI IMF Tak Sarankan Bank Komersial Bergantung pada CBDC
EKONOMIPerbankan & Asuransi

IMF Tak Sarankan Bank Komersial Bergantung pada CBDC

MATA UANG DIGITAL: Division Chief in the Monetary and Capital Markets Department IMF, Tommaso Mancini Griffoli menyatakan, IMF tidak menyarankan bank-bankkomersial bergantung pada mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) meskipun ada manfaat yang ditarwarkan terutama untuk pengembanagan layanan pembayaran
Social Media

BALI, Bisnistoday- Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) tidak menyarankan bank-bankkomersial bergantung pada mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) meskipun ada manfaat yang ditarwarkan terutama untuk pengembanagan layanan pembayaran.

Hal tersebut disampaikan Division Chief in the Monetary and Capital Markets Department IMF, Tommaso Mancini Griffoli pada acara sesi diskusi rangkaian acara G20 di Badung, Bali, Selasa (12/7).


Ia menjelaskan CBDC punya keterbatasan apabila dibandingkan dengan mata uang konvensional. Walaupun demikian, lanjutnya, menyampaikan CBDC dapat memberi keuntungan, misalnya kemudahan layanan pembayaran, mengingat saat ini banyak konsumen memanfaatkan pembayaran berbasis digital.

Namun, pertimbangan untuk menggunakan CBDC harus diukur dari faktor stabilitasnya, kata pejabat IMF itu pada sesi diskusi, yang merupakan acara sampingan (side event) pertemuan ke-3 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (FMCBG) dan Deputi Bidang Keuangan dan Bank Sentral G20 (FCBD).

“Kita harus membandingkan deposito di bank komersial dan CBDC terutama dari segi stabilitasnya sebagai alat penyimpanan, dan dari segi kemudahannya sebagai alat pembayaran. Sejauh ini, belum jelas apakah CBDC lebih unggul (daripada deposito bank komersial),” kata Griffoli saat menjawab pertanyaan salah satu peserta diskusi.

Ia menambahkan apabila CBDC, misalnya, tidak menawarkan suku bunga (interest rate) sementara deposito bank komersial memberikan jaminan yang lebih baik, maka alat yang kedua lebih aman. Jika situasinya demikian, maka bank-bank masih akan mempertahankan deposito.

Ia pun menegaskan CBDC hanya perlu dilihat sebagai pelengkap, bukan alat yang utama. “Jika melihat dari berbagai modelnya, CBDC bukan sekadar instrumen alat tukar digital, tetapi dia punya potensi menjadi sebuah jaringan, platform, dan CBDC dapat menjadi dasar bagi sektor swasta untuk mengembangkan layanan pembayaran,” katanya.

Dengan demikian, CBDC menurut pejabat IMF itu perlu diposisikan sebagai pelengkap bukan alat pembayaran utama.

“Buat saya, kita kemungkinan tidak akan hanya mengandalkan CBDC. Saya tidak berpikir ke sama, dan saya tidak menyarankan demikian, karena ada banyak solusi yang tersedia untuk berbagai persoalan yang ada,” kata Griffoli./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Pimpin Satgas Implementasi Perpres Ojol

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Klarifikasi Soal Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi memberikan klarifikasi rencana pelibatan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Hubungkan Startup Indonesia ke Pendanaan Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Rencanakan Pertemuan dengan Seluruh Pengurus KDKMP, Bahas Tiga Agenda

TAPANULI UTARA, Bisnistoday—Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan merencanakan untuk segera melakukan pertemuan...