www.bisnistoday.co.id
Selasa , 29 September 2026
Home LIFESTYLE Komunitas Mendikbudristek Fokus Penanganan PPKS di Perguruan Tinggi
Komunitas

Mendikbudristek Fokus Penanganan PPKS di Perguruan Tinggi

MENDIKBUDRISTEK, Nadiem A Makarim, saat di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan perhatian serius terhadap penanganan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Perguruan Tinggi.

“PPKS merupakan bukti komitmen kita bersama dalam melindungi bangsa dari kekerasan seksual yang terjadi di perguruan tinggi,” tutur Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, Selasa (3/10).

Harapan Mendikbudristek menyampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satuan Tugas (Satgas) Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kolaborasi dan koordinasi antara Kemendikbudristek dengan Satgas PPKS Perguruan Tinggi dalam menghadapi kompleksitas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Kemendikbudristek memandang kekerasan seksual di perguruan tinggi merupakan permasalahan yang besar, mendalam dan memerlukan perhatian serius. Oleh karena itu, Kemendikbudristek menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.

Merujuk Permendikbudristek tersebut, perguruan tinggi di Indonesia harus menjadi tempat yang bebas dari kekerasan seksual. Sebab, kekerasan seksual tidak hanya merusak lingkungan belajar yang seharusnya aman dan inklusif, tetapi juga melanggar hak asasi manusia dan mengganggu perkembangan individu.

Permendikbudristek tersebut juga menggarisbawahi urgensi implementasi PPKS di lingkungan akademik demi terciptanya suasana belajar yang kondusif. “Dengan meningkatnya kesadaran akan kekerasan seksual ke depan akan semakin ketat pengawasan dan implementasi Permendikbudristek tersebut,” lanjut Mendikbudristek.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang sesuai dengan standar ini, dan implementasi Permendikbudristek tersebut menjadi landasan untuk menjalankan kewajiban tersebut. Kolaborasi dan koordinasi antar pihak, yang ditekankan dalam Permendikbudristek, menjadi esensial dalam menghadapi kompleksitas masalah kekerasan seksual.

Tantangan Implementasi

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbudristek, Chatarina Muliana Girsang menyampaikan bahwa upaya satgas dalam mengimplementasikan PPKS memiliki tantangan yang luar biasa. Oleh karena itu, unit pelaksana teknis harus memiliki strategi agar dapat memberikan presepsi sebagai kekuatan untuk permasalahan kekerasan seksual.

“Tugas mulia kita tidak ada yang mudah, tetapi banyak tantangan dalam menciptakan kampus yang aman dan sehat dari kekerasan seksual,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa dan kampanye di media sosial semakin menguatkan tuntutan agar perguruan tinggi mengambil langkah nyata dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual, sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam peraturan tersebut./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Komunitas

Mal Ciputra Jakarta Gelar Barongsai International Competition 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Sebanyak 10 tim barongsai dari lima negara bertemu di...

EKONOMIKomunitasLIFESTYLE

15.000 Peserta Ramaikan Pocari Run 2026 Bandung, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 19-20 September

BANDUNG, Bisnistoday - Pocari Run 2026 akan digelar selama dua hari di...

Komunitas

SyukuRun 2026 Meriahkan Dies Natalis ke-25 Widyatama, Perkuat Kolaborasi Kampus dan Masyarakat

BANDUNG, Bisnistoday – Universitas Widyatama memeriahkan Dies Natalis ke-25 melalui kegiatan fun...

Komunitas

Perkuat Ketahanan Keluarga, 35 Kader PKK Desa Cisondari Dibekali Pencegahan TB-Stunting

BANDUNG, Bisnistoday - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat upaya pencegahan tuberkulosis (TB)...