www.bisnistoday.co.id
Minggu , 11 Oktober 2026
Home EKONOMI Sektor Riil BUMN Pangan Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadhan
Sektor Riil

BUMN Pangan Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadhan

stok pangan
ID FOOD dan Perum Bulog menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan dan harga pangan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – BUMN Pangan melalui Holding BUMN Pangan ID FOOD (PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan Perum Bulog menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan dan harga pangan. Langkah yang dilakukan ID FOOD di antaranya melalui peningkatan pendistribusian stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta pelaksanaan Pasar Murah di berbagai provinsi, sedangkan Bulog juga menjaga ketersediaan stok beras yang cukup hingga Idul Fitri.

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan, di tengah momentum Ramadan dan Idul Fitri ini ID FOOD mendorong optimalisasi stok CPP yang dimiliki, khususnya komoditas gula, daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng. “Kita fokus meningkatkan pendistribusian 5 komoditas pangan strategis tersebut ke berbagai

wilayah melalui anak perusahaan dan kantor cabang distribusi yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk komoditas gula konsumsi, ID FOOD melakukan upaya stabilisasi pasokan dan harga melalui produksi sendiri dan pengadaan luar negeri di mana saat ini terdapat stok 67,5 ribu ton,” kata dia saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/03).

Sementara itu, terkait komoditas daging sapi, Frans menjelaskan, ID FOOD melalui PT Berdikari menyiapkan paket daging sapi berbagai varian yang dapat diakses secara luring maupun daring melalui Gerai Daging Berdikari. ID FOOD juga menjaga stok daging sapi untuk tahun 2024, melalui pengadaan daging beku dan sapi bakalan dari luar.

“Khusus di bulan Ramadan dan jelang Lebaran, Berdikari menyediakan paket daging sapi dalam bentuk parting (bagian-bagian tertentu) dengan harga terjangkau. Upaya ini agar masyarakat bisa punya banyak pilihan dari sisi varian dan harga. Kita tahu daging sapi merupakan salah satu komoditas yang paling banyak dicari jelang Idul Fitri,” jelasnya.

Frans melanjutkan, untuk menjaga pasokan minyak goreng, ID FOOD hingga minggu ketiga Maret telah mendistribusikan minyak goreng sebanyak 6,2 juta liter ke 22 provinsi, yaitu Sumatera Barat sebanyak 1,3 juta liter, Sumatera Utara 962 ribu liter, Lampung 946 ribu liter, DKI Jakarta 709 ribu liter, Bali 560 ribu liter, Jawa Barat 557 ribu liter, Riau 440 ribu liter, Sumatera Selatan 221 ribu liter, Jawa Timur 157 ribu liter, Kalimantan Timur 114 ribu liter, DI Yogyakarta 112 ribu liter, dan provinsi lainnya seperti Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Barat, Papua, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, NTB, Kep. Bangka Belitung, NTT, Aceh, dan Kalimantan Tengah sebanyak total 160 ribu liter.

Khusus untuk menjaga stok saat Ramadan dan Idul Fitri, ID FOOD telah mempersiapkan pasokan minyak goreng sebanyak 5,1 juta liter. Jumlah tersebut untuk didistribusikan pada periode Maret sampai dengan April 2024.

“Pendistribusian minyak goreng ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di tingkat konsumen. Di momentum HBKN ini pendistribusian minyak goreng kita akan lakukan lebih masif dengan melibatkan anak perusahaan di sektor perdagangan dan distribusi, yaitu PT Rajawali Nusindo, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PT GIEB Indonesia yang memiliki lebih dari 80 cabang distribusi dan perdagangan di seluruh Indonesia,” paparnya.

Untuk penyaluran CPP komoditas telur dan daging ayam dilakukan melalui program bantuan pangan penanganan stunting yang telah dimulai kembali proses penyalurannya pada 15 Maret 2024 ini. “Kick off penyaluran dilakukan di Jawa Barat kepada 1.435 KRS di wilayah Kota Bekasi sebanyak 469 Keluarga Risiko Stunting (KRS), Kota Cimahi 466 KRS dan Kota Depok 500.

Selanjutnya, akan dilaksanakan secara bertahap kepada 1.446.089 KRS, di mana untuk Sumatera Utara terdapat 136.738 KRS, Jawa Barat 403.285 KRS, Jawa Tengah 345.514 KRS, Jawa Timur 374.197 KRS, Banten 92.654 KRS, Nusa Tenggara Timur 73.068 KRS dan Sulawesi Barat 20.633 KRS,” terang Frans.

Ia menambahkan, program bantuan pangan penanganan stunting berupa paket 1 kg daging ayam dan 10 butir telur ini digelar dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi untuk menurunkan risiko stunting.

Dimulainya kembali penyaluran di tengah bulan Ramadan ini diharapkan turut membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani menjelang hari raya.

Selain itu, Frans mengatakan, program bantuan pangan ini juga bertujuan sebagai stabilisator bagi harga telur dan daging ayam di tingkat peternak mandiri kecil (hulu).

“Melalui program ini, ID FOOD akan menyerap telur dan daging ayam yang diproduksi para peternak mandiri kecil dengan harga yang baik dan stabil sesuai ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah. Hal tersebut guna menjaga kepastian dan stabilitas harga di tingkat peternak, sehingga dapat mendorong peternak terus semangat berproduksi,” ungkapnya.

Lebih lanjut guna menjaga stabilitas harga dan membantu akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan yang terjangkau dan berkualitas, ID FOOD meningkatkan pelaksanaan pasar murah jelang HBKN Idul Fitri melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA). Menurut Frans, pada 2024 sampai dengan 18 Maret ini ID FOOD telah hadir di 125 titik lokasi GPM di 30 provinsi. “Kita terus tingkatkan partisipasi ID FOOD dalam pasar murah. Selama periode Maret-April ini ID

FOOD akan berpartisipasi di 100 titik pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Pada kegiatan tersebut kita menyediakan sejumlah komoditas pangan, diantaranya gula konsumsi, minyak goreng, beras, tepung terigu, garam,” pungkas Frans.

Stok Beras

Ditengah banyaknya permintaan pasar terkait komoditi beras menjelang Hari Raya Iedul Fitri, Perum BULOG meyakini bahwa stok yang dikuasai saat ini cukup dan tetap menghimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan melakukan panic buying. Ketersediaan stok dari Perum BULOG sebesar 1,1 juta ton yang tersebar di seluruh gudang Bulog di seluruh Indonesia menjamin kecukupan dalam menghadapi hari raya.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG, Mokhamad Suyamto menambahkan selain stok yang cukup, Perum Bulog juga menargetkan distribusi Beras SPHP di seluruh Indonesia sebanyak 250 ribu ton untuk Bulan Maret hingga memasuki masa hari raya nanti.

Baca juga: Dirut Bulog Bawa Kabar Gembira: Stok Beras Cukup dan Harga Mulai Stabil!

“Penggelontoran distribusi Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) tersebut meliputi di pasar ritel modern, pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan giat operasi pasar. Adapun salah satu tujuan menggelontorkan beras ini adalah agar masyarakat bisa menikmati langsung harga beras yang sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) di tengah harga beras yang masih cukup tinggi,” ujar Suyamto.

Perum BULOG juga menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah melalui Bantuan Pangan Beras ke seluruh penerima manfaat. Sejauh ini, Perum BULOG sudah mencapai realisasi sebesar 70% untuk alokasi Bulan Januari – Maret 2024 dengah target penuntasan alokasi pada bulan ini./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pameran China Expo
Sektor Riil

Promosi Terpadu di CAEXPO 2026 Tiongkok Catat Potensi Transaksi Rp2,03 Triliun

NANING, Bisnistoday.co.id - Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi hingga USD 113,88...

Perkuat Kepedulian dan Manfaat bagi Masyarakat, PTPN IV PalmCo gelar aksi donor darah. (Dok:PTPN)
Sektor Riil

Perkuat Kepedulian pada Masyarakat, PTPN IV PalmCo Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI), karyawan...

Harga Emas
Sektor Riil

Kerja Sama SICPA-Peruri Securink, Keamanan Produk EMASKU® Makin Terjamin

BANDUNG, Bisnistoday  -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat keamanan produk emas...

Usaha Mikro
Sektor Riil

Kisah Ketekunan Usaha Mikro Asal Klaten Membangun Bisnis Hingga Menembus Pasar Global

KLATEN, Bisnistoday - Cerita menembus pasar global tidak selalu berasal dari perusahaan...