www.bisnistoday.co.id
Selasa , 1 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Mengenang Visi dan Pemikiran BJ Habibie dan M Natsir
Nasional

Mengenang Visi dan Pemikiran BJ Habibie dan M Natsir

Forum ini menghadirkan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc., Ph.D., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, sebagai pembicara utama.

BJ Habibie Memorial Lecture ke-5. (Ist)
BJ Habibie Memorial Lecture ke-5. (Ist)
Social Media

JAKARTA – Pusat Kajian Teknologi dan Inovasi (Centre for Technology and Innovation Studies/CTIS) bekerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menyelenggarakan BJ Habibie Memorial Lecture ke-5.

Forum ini menghadirkan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc., Ph.D., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, sebagai pembicara utama.

Mengangkat tema “Etika Peradaban dalam Membangun Masa Depan Bangsa: Membangun Ulang Pemikiran Filosofis M. Natsir dan Cita-Cita B.J. Habibie”, kegiatan yang akan digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026) ini, menjadi ruang refleksi untuk menggali kembali pemikiran dua tokoh bangsa dalam membangun Indonesia yang maju, berilmu pengetahuan, sekaligus berlandaskan nilai-nilai moral dan keimanan.

Habibie, Iptek dan Imtak

B.J. Habibie tidak hanya dikenal sebagai teknokrat, ilmuwan, dan tokoh yang meletakkan fondasi pengembangan teknologi strategis Indonesia, tetapi juga sebagai cendekiawan muslim yang memandang ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari nilai keimanan dan ketakwaan.

Cita-cita mengenai Iptek dan Imtak menjadi salah satu ciri penting pemikiran Habibie. Bagi Habibie, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia yang memiliki landasan moral, spiritual, dan etika. Kemajuan teknologi pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi manusia dan pembangunan bangsa.

Cita-cita tersebut telah tumbuh sejak Habibie berkiprah sebagai teknokrat, termasuk ketika dipercaya memimpin Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta menjabat Menteri Negara Riset dan Teknologi. Ia mendorong pembangunan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan sumber daya manusia yang memiliki integritas dan tanggung jawab.

Habibie juga merupakan salah satu tokoh penting dalam lahirnya Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Ia menjadi salah satu penggagas utama sekaligus Ketua Umum pertama ICMI yang secara resmi didirikan pada 7 Desember 1990 di Malang, Jawa Timur.

Kelahiran ICMI tidak terlepas dari dinamika perkembangan nasional pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Dalam perkembangannya, ICMI membawa semangat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Dengan demikian, pemikiran Habibie mengenai teknologi tidak berdiri sendiri. Penguasaan Iptek ditempatkan dalam kerangka pembangunan manusia dan bangsa yang memiliki fondasi keimanan, ketakwaan, serta tanggung jawab sosial.

Habibie dan Natsir

B.J. Habibie dan Mohammad Natsir hadir dalam konteks sejarah yang berbeda, tetapi pemikiran keduanya sama-sama menawarkan gagasan mengenai pembangunan bangsa yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan, tetapi juga pada nilai dan etika dalam kehidupan bernegara.

Habibie dikenal melalui gagasannya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai jalan menuju kemandirian dan kemajuan bangsa. Sementara Natsir dikenal melalui pemikiran mengenai agama, negara, demokrasi, pendidikan, dan etika dalam kehidupan masyarakat.

Keduanya dapat ditempatkan sebagai tokoh dan cendekiawan Muslim Indonesia yang memberikan kontribusi melalui jalur berbeda: Habibie melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan industri nasional; Natsir melalui pemikiran keislaman, pendidikan, politik, dan kenegaraan.

Warisan Habibie mencakup pengembangan teknologi strategis, penguatan industri nasional, serta pembangunan budaya riset dan inovasi. Di bidang teknologi dirgantara, Habibie dikenal antara lain melalui kontribusinya dalam pengembangan metode analisis mengenai perkembangan retakan pada struktur pesawat yang kemudian dikenal luas sebagai Crack Progression Theory atau Teori Habibie.

Ia juga mendorong penguasaan teknologi dirgantara, maritim, dan pertahanan serta menekankan pentingnya riset, presisi, dan penciptaan nilai tambah bagi bangsa. Sementara itu, Natsir merupakan ulama, intelektual, pejuang kemerdekaan, negarawan, dan pemikir politik yang warisan pemikirannya terus dikaji hingga kini.

Telaah filsafat

Pemikiran Mohammad Natsir menjadi salah satu fokus kajian Prof. Yusril Ihza Mahendra dalam disertasi doktornya di bidang Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia. Pada 2 Juli 2026, Yusril berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial” dan meraih gelar Doktor Ilmu Filsafat.

Melalui kajian tersebut, Yusril menelaah kembali pemikiran Natsir mengenai hubungan Islam dan negara serta relevansinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu gagasan yang menjadi perhatian adalah demokrasi teistik (theistic democracy), yang memadukan kedaulatan rakyat dan mekanisme demokrasi dengan nilai moral dan etika yang berlandaskan keyakinan terhadap Tuhan.

Dalam perspektif tersebut, kehidupan bernegara tidak ditempatkan sebagai negara Islam formal maupun negara sekuler, melainkan tetap berlandaskan konstitusi, hukum, dan demokrasi dengan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan etik kehidupan publik. Gagasan ini menjadi relevan untuk merefleksikan pentingnya etika, tanggung jawab moral, dan nilai dalam membangun kehidupan kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

BJ Habibie Memorial Lecture ke-5 diharapkan menjadi forum untuk mempertemukan kembali gagasan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan keimanan, ketakwaan, dan etika peradaban. //

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Jalan Pansela
Nasional

Pembangunan Jalan Kelok 23 Rampung, Tawarkan Panorama Pantai di Kawasan Selatan Jawa

JAKARTA, Bisnistday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan ruas Kelok...

Ketua PB NU
Nasional

Lima Nama Masuk Bursa Ketum PBNU, Abdul Hakim Mahfudz Raih Suara Terbanyak

JOMBANG, Bisnistoday - Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam...

YK Rombsis
Nasional

Peringati Maulid Nabi, YK Rombsis Beri Bantuan Gempa Flores dan Warga Palestina

JAKARTA, Bisnistoday – Yayasan Kemanusian ROMBSIS (YK Rombsis) memberikan bantuan kepada masyarakat...

Perlintasan Sebidang
HEADLINE NEWSNasional

PT Kereta Api Indonesia Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Perlintasan Sebidang

JAKARTA, Bisnstoday- PT Kereta Api Indonesia (Persero) fokus merealisasikan program peningkatan keselamatan...