JAKARTA, Bisnistoday,- Diva pop legendaris Indonesia, Ruth Sahanaya, resmi kembali menyapa pencinta musik tanah air. Pertama-tama, beliau meluncurkan mini album atau Extended Play (EP) terbaru berjudul Merindu. Peluncuran karya ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, momen peluncuran tersebut bertepatan langsung dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-60. Selain itu, perilisan ini menjadi penanda kembalinya Ruth setelah delapan tahun tidak merilis album solo.
Oleh karena itu, peluncuran EP baru ini menjadi ajang pembuktian eksistensi penyanyi yang akrab disapa Mama Uthe tersebut. Meskipun telah memasuki usia kepala enam, semangat bermusiknya tetap membara. Sebagai hasilnya, hadirnya album ini diharapkan bisa memberikan warna segar bagi penikmat musik Indonesia lintas generasi.
Selanjutnya, dalam mini album Merindu, Ruth Sahanaya berani keluar dari zona nyaman. Beliau menjajaki gaya musik yang belum pernah digarap sebelumnya. Pertama, pendengar dapat menikmati sentuhan alunan city pop yang lembut dan manis. Namun, tidak hanya itu, terdapat pula irama dansa Latin yang penuh energi dan sangat menyenangkan.
Sebab eksplorasi gaya musik baru ini, karakter vokal khas Ruth Sahanaya terdengar semakin berwarna. Meskipun mengusung aransemen baru, kekuatan vokalnya tetap terjaga secara sempurna. Namun demikian, keberanian ini membuktikan adaptabilitas tinggi Sang Diva dalam mengikuti perkembangan tren industri musik modern.
“Saya ingin EP ini menjadi ruang bagi saya untuk bereksplorasi, mencoba warna-warna musik baru yang belum pernah saya jajaki sebelumnya, tapi tetap dengan cerita dan perasaan yang jujur dari saya,” ujar Ruth Sahanaya mengenai proses kreatif di balik EP Merindu di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Selain itu, proses pembuatan mini album ini turut melibatkan talenta muda bertalenta. Langkah ini dilakukan guna memperkuat nuansa modern pada setiap lagunya. Sebagai hasilnya, album ini berisi total enam lagu yang kaya akan keberagaman aransemen. Empat di antaranya merupakan materi baru yang diciptakan khusus untuk melengkapi EP tersebut.
Terdapat empat trek baru, yaitu “Pagi”, “Aku Tak Sanggup”, “Terserah Kamu”, dan lagu utama “Aku Merindu”. Penggarapan lagu-lagu tersebut didukung penuh oleh produser serta komponis muda berbakat. Oleh sebab itu, sinergi lintas generasi ini menciptakan harmoni yang sangat relevan bagi pendengar usia muda.
Di sisi lain, kehadiran album ini tidak lepas dari dorongan sang suami sekaligus eksekutif produser, Jeffry Waworuntu. Jeffry menekankan pentingnya konsistensi berkarya bagi seorang penyanyi profesional. Sebab menurut beliau, seorang seniman tidak boleh hanya bergantung pada penampilan panggung semata. Sebaliknya, penyanyi harus aktif melahirkan karya-karya rekam baru.
“Ini jadi pembuktian Mama Uthe masih bisa terus berkarya sampai Tuhan memanggil. Semoga album ini bisa viral,” ungkap Jeffry Waworuntu.
Akhirnya, EP Merindu dijadwalkan hadir secara luas di berbagai platform pemutar musik digital. Namun, bagi para kolektor fisik, album ini juga dirilis dalam format piringan hitam atau vinyl. Oleh karena itu, rilisan fisik ini semakin menambah nilai eksklusif perayaan karya terbaru dari Ruth Sahanaya.(Adit)









































