BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Universitas Widyatama mendorong penguatan inovasi perguruan tinggi melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah dan alat pendeteksi budidaya ikan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya kampus agar pelaksanaan tridarma perguruan tinggi menghasilkan produk yang bermanfaat dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum., mengatakan perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan pengetahuan dan teori baru, tetapi juga perlu memastikan hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Festival Kampus Berdampak yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Widyatama, Bandung, Selasa (13/10/2026).
Menurut Dadang, Universitas Widyatama telah menyusun rancangan besar atau grand design untuk memperkuat kontribusi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat praktis.
“Dari sisi teoretis, dosen dan mahasiswa diharapkan dapat menciptakan teori-teori baru, mengembangkan teori yang sudah ada, serta menghasilkan terobosan melalui berbagai penelitian,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi pragmatis, hasil penelitian diharapkan dapat diwujudkan menjadi produk, dilanjutkan melalui proses hilirisasi, hingga berpotensi dikomersialkan.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat menghasilkan solusi konkret bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kembangkan Alat Pengolahan Sampah
Salah satu fokus inovasi Universitas Widyatama adalah pengembangan teknologi pengelolaan sampah. Program Studi Teknik Mesin telah menghasilkan alat pengolah sampah sederhana sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan lingkungan.
Dadang mengatakan pengembangan alat tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, sampah perlu dikelola secara tepat agar tidak menimbulkan persoalan kebersihan dan kesehatan. Selain itu, pengolahan sampah juga berpotensi menghasilkan nilai tambah, antara lain melalui pemanfaatannya menjadi pupuk atau produk lain yang berguna.
“Kami ingin sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah,” katanya.
Selain mengembangkan alat, Universitas Widyatama berencana memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan kebutuhan Kota Bandung untuk memperkuat pengelolaan sampah melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Dorong Inovasi AI untuk Budidaya Ikan
Selain teknologi pengolahan sampah, Universitas Widyatama juga mendorong pengembangan alat pendeteksi untuk budidaya ikan berbasis kecerdasan buatan.
Dadang menjelaskan, inovasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk dengan harga terjangkau sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pelaku budidaya ikan di wilayah perdesaan.
Pengembangan teknologi berbasis AI tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan praktis masyarakat.
Namun, agar inovasi benar-benar memberikan manfaat, hasil penelitian perlu melalui proses pengembangan lebih lanjut, termasuk memastikan produk dapat digunakan sesuai kebutuhan pengguna dan memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, Universitas Widyatama mendorong agar penelitian dosen tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mempertimbangkan potensi penerapan dan komersialisasi hasil penelitian.
Perkuat Hilirisasi Hasil Penelitian Perguruan Tinggi
Dadang menyampaikan, Universitas Widyatama telah memberikan pendanaan kepada dosen untuk mengembangkan penelitian yang diharapkan menghasilkan luaran konkret.
Luaran tersebut tidak terbatas pada alat dan produk, tetapi juga mencakup buku, video edukasi, serta berbagai karya lain yang dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat.
Menurutnya, setiap program studi memiliki peluang untuk menghasilkan inovasi sesuai dengan bidang keilmuan dan kebutuhan lingkungan sekitarnya.
Melalui Festival Kampus Berdampak, Universitas Widyatama ingin memperkuat orientasi perguruan tinggi agar hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Dadang menegaskan, tujuan akhirnya adalah memastikan hasil tridarma perguruan tinggi mampu menjawab persoalan nyata, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga pengembangan teknologi yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, penguatan inovasi dan hilirisasi diharapkan dapat menjadi salah satu cara bagi Universitas Widyatama untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.



















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)




















