www.bisnistoday.co.id
Selasa , 13 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Rektor UPI Ingatkan Lulusan: Gelar Akademik Saja Tak Cukup di Era AI
Nasional

Rektor UPI Ingatkan Lulusan: Gelar Akademik Saja Tak Cukup di Era AI

Wisuda 7.000 Lulusan, Rektor UPI Tekankan Pentingnya Soft Skill di Era AI
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. mengingatkan para lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya mengandalkan gelar akademik dan kompetensi sesuai bidang keilmuan untuk menghadapi persaingan dunia kerja di era kecerdasan buatan artificial intelligence (AI). Penguasaan keterampilan nonteknis atau soft skill, seperti kepemimpinan, pengelolaan emosi, dan kemampuan membangun jejaring, dinilai menjadi bekal penting di tengah perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat perkembangan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Didi dalam rangkaian Wisuda Gelombang IV UPI Tahun 2026. Sebanyak lebih dari 7.000 lulusan dijadwalkan mengikuti wisuda yang dilaksanakan selama empat hari.

Pada hari pertama, UPI mewisuda sekitar 1.900 lulusan. Didi mengatakan, pelaksanaan wisuda berjalan lancar dan menjadi momentum bagi para alumni untuk memulai perjalanan baru, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap para lulusan UPI mampu mandiri secara ekonomi sekaligus memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Pertama, mereka bisa mandiri menghidupi dirinya masing-masing, kemudian juga turut menyejahterakan masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujar Didi, Selasa (13/10/2026).

Ubah Peta Dunia Kerja

Didi menjelaskan, para lulusan perguruan tinggi akan menghadapi berbagai perubahan global yang memengaruhi kehidupan dan dunia kerja. Perubahan tersebut mencakup dinamika geopolitik, perubahan iklim, hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk AI, berpotensi mengubah kebutuhan tenaga kerja. Sejumlah pekerjaan dapat berkurang atau hilang akibat otomatisasi, tetapi pada saat bersamaan peluang pekerjaan baru juga berpotensi muncul.

Kondisi tersebut menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan mengembangkan kemampuan di luar kompetensi akademik yang diperoleh selama perkuliahan.

“Selain menguasai kompetensi dalam program studi masing-masing, mereka juga harus menguasai soft skill,” katanya.

Ia menyebutkan, kemampuan kepemimpinan (leadership), pengelolaan emosi, dan membangun jejaring (networking) menjadi sejumlah keterampilan yang perlu dimiliki para alumni.

Menurut Didi, penguasaan kompetensi teknis sesuai bidang keilmuan tetap penting. Namun, kemampuan berinteraksi, bekerja sama, mengelola diri, serta membangun relasi juga dapat membantu lulusan menghadapi persaingan dan membuka peluang karier.

Dengan demikian, lulusan tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademik, tetapi perlu membekali diri dengan keterampilan yang mendukung kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja.

86% Alumni Memenuhi Indikator Upah Minimum

Di sisi lain, UPI juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan alumni melalui survei penelusuran lulusan atau tracer study.

Didi mengatakan, UPI telah memiliki data mengenai alumni yang sudah bekerja selama sekitar 15 bulan. Berdasarkan hasil survei tersebut, sekitar 86% alumni yang menjadi cakupan data memperoleh upah setidaknya sesuai dengan standar upah minimum kabupaten/kota (UMK) atau upah minimum provinsi (UMP).

Meski demikian, Didi menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan. Perguruan tinggi, menurutnya, perlu terus mengevaluasi proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.

“Menurut saya, masih kurang. Jadi, terus kita pantau dan terus kita tingkatkan, baik dari sisi kegiatan pembelajaran maupun pengembangan soft skill,” tuturnya.

Evaluasi terhadap perkembangan alumni menjadi salah satu cara bagi perguruan tinggi untuk melihat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain kompetensi sesuai program studi, pengembangan keterampilan nonteknis juga perlu menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Festival Kampus Berdampak, Widyatama Kembangkan Inovasi Pengolahan Sampah dan Teknologi AI

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Universitas Widyatama mendorong penguatan inovasi perguruan tinggi melalui pengembangan...

Nasional

Pemkot Bandung Benahi Jalan Kiaracondong, Trotoar dan Drainase Jadi Prioritas

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai membenahi kawasan Jalan Kiaracondong...

Menperin Sarmuji
Nasional

Menperin Sarmuji: Kawasan Industri Paket Lengkap, Butuh Dukungan Pemda

SURABAYA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai kawasan industri sebagai sarana...

Menaker
Nasional

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja

BANDUNG BARAT, Bisnistoday.co.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong transformasi Balai Pelatihan Vokasi dan...