JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Nutrifood kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi pemimpin muda Indonesia melalui ajang Nutrifood Leadership Award (NLA) 2026, program apresiasi dan pengembangan kepemimpinan mahasiswa yang telah memasuki tahun ke-18 penyelenggaraan.
Mengusung tema “From Well Being to We-Being”, program ini mengajak generasi muda untuk tidak hanya bertumbuh sebagai individu yang berdaya, tetapi juga menjadi pemimpin yang mampu berkolaborasi, menginspirasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat, tahun ini terdapat 20 finalis dari berbagai kota dan universitas, yang mendapatkan kesempatan belajar bersama para mentor, sekaligus merancang dan menjalankan proyek sosial yang berfokus pada empat pilar kontribusi Nutrifood, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Inklusivitas.
Dian Mariani, Nutrifood Human Resources Manager mengatakan, Nutrifood Leadership Award hadir sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan diri sekaligus belajar menggunakan potensinya bagi orang lain.
«Melalui tema Well-Being to We-Being, kami ingin mendorong para finalis untuk tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga membangun kolaborasi, menumbuhkan empati, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh sebagai pemimpin yang relevan dan bermakna bagi Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/11)
Pada sesi Awarding Nutrifood Leadership Award 2026 kali ini, kelompok Environment yang terdiri dari Eugenia Avrill Ekaristhy (Universitas Gadjah Mada), Geraldine Grace Gunawan (Institut Teknologi Bandung), Indira Auryn Rabbaniyyah (Institut Teknologi Bandung), Kinanti Muthmadinta (Universitas Indonesia), Larson Johansen Haloho (Universitas Indonesia) terpilih sebagai pemenang kategori The Most Inspiring Movement melalui proyek Food Waste, sebuah inisiatif yang berfokus pada persoalan food waste yang bukan hanya soal sampah, tetapi juga pemborosan sumber daya yang sudah digunakan untuk menghasilkan makanan, dengan solusi berupa edukasi dan praktik langsung bagi anak-anak usia 7-9 tahun untuk mengubah sisa makanan menjadi sesuatu yang berguna melalui composting dan pengolahan kulit bawang.
Mendorong Kepemimpinan yang Berangkat dari Kepedulian
Dalam proses pengembangan tersebut, para finalis berkolaborasi bersama empat organisasi mitra, yakni Rumah Harapan Indonesia (RHI), Indonesia Mengajar, Scholars of Sustenance (SOS), dan Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN) untuk menjalankan proyek sosial yang menjawab berbagai tantangan di masyarakat. Mereka juga dibimbing oleh mentor berpengalaman di bidangnya, yakni Valencia Mieke Randa (Founder RHI), Anindita Rauda Kirana (Partnership Manager IM), Morra Lovreza (Community and Operations Manager SOS Jakarta), dan Anindita Rukma (Talent Development KONEKIN).
Selain pendampingan proyek sosial, para finalis juga mengikuti berbagai sesi pengembangan kepemimpinan yang membahas pentingnya self-awareness, kolaborasi, purpose-driven leadership, serta kemampuan menciptakan dampak yang berkelanjutan di tengah kompleksitas tantangan masa kini. Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang mempertemukan idealisme anak muda dengan kebutuhan nyata di masyarakat.
Mentor Nutrifood Leadership Award, Valencia Mieke Randa, yang juga Founder RHI menyampaikan bahwa para finalis berhasil memahami kebutuhan yang ada di lapangan.
“Program yang mereka gagas tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga pada para caregiver yang berperan sangat penting dalam proses pengobatan. Pendekatan holistik ini membuat kami yakin proyek mereka bermanfaat nyata bagi keluarga yang kami dampingi,” tuturnya./


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)





















