www.bisnistoday.co.id
Selasa , 20 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Program “Cocoa Doctor” Jadi Stimulus Pengembangan Industri Kakao Nasional
Ekonomi & Bisnis

Program “Cocoa Doctor” Jadi Stimulus Pengembangan Industri Kakao Nasional

Menperin
MENTERI PERINDUSTRIAN, M Sarmuji di Jakarta, Selasa (7/10)/
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) selenggarakan Program Cocoa Doctor. Program ini merupakan hasil kolaborasi Kemenperin dengan FAST Project dari United Nations Development Programme (UNDP), yang mendapat dukungan dari United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO), serta Cocoa Academy PT Mars Symbioscience Indonesia.

Kemenperin menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mendorong Produktivitas, Keberlanjutan, dan Daya Saing Industri Kakao Nasional melalui Kolaborasi Lintas Sektor” yang dirangkaikan dengan kegiatan kelulusan (Graduation Program) Cocoa Doctor di Makassar.

Menperin Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa penguatan industri kakao nasional membutuhkan sinergi berbagai pihak untuk menjawab tantangan yang dihadapi sektor tersebut, khususnya terkait produktivitas, kualitas bahan baku, dan keberlanjutan pasokan bagi industri pengolahan.

“Penguatan industri kakao tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari peningkatan produktivitas dan kualitas bahan baku, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan prinsip keberlanjutan, hingga peningkatan daya saing industri pengolahan dan produk kakao nasional,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/10).

Menperin berharap sinergi yang terbangun dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem industri kakao nasional. “Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan aksi bersama yang memberikan dampak nyata bagi petani, pelaku usaha, dan industri kakao nasional,” tegasnya.

FGD tersebut diikuti sekitar 35 peserta yang mewakili sejumlah kementerian, lembaga, akademisi, dan mitra pembangunan. Di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Satgas Kopi dan Kakao Bappenas, Universitas Gadjah Mada (UGM), UK FCDO, Balai Perhutanan Sosial Gowa, Kementerian Transmigrasi, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Balai Diklat Industri (BDI) Makassar, serta Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) Makassar.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 20 peserta Program Cocoa Doctor mengikuti prosesi kelulusan setelah menjalani pelatihan peningkatan kompetensi. Para peserta berasal dari sejumlah wilayah sentra kakao, yakni Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Barat.

Sepanjang tahun 2026, Program Cocoa Doctor menargetkan pelatihan bagi 100 peserta. Hingga awal Oktober 2026, sebanyak 70 peserta telah mengikuti pelatihan, sementara 30 peserta lainnya dijadwalkan menjalani pelatihan pada 20 Oktober hingga 11 November 2026.

Program yang dimulai sejak Juli 2026 tersebut dilaksanakan secara bertahap di fasilitas Mars Cocoa Academy Tarengge. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, serta penerapan praktik keberlanjutan dalam pengelolaan kakao.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan bahwa penguatan kompetensi SDM merupakan fondasi penting untuk membangun industri kakao yang tangguh dan berdaya saing.

“Kementerian Perindustrian memandang pengembangan SDM sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun industri kakao yang berdaya saing. SDM yang memiliki kompetensi di bidang budidaya, pascapanen, fermentasi, pengolahan, maupun aspek keberlanjutan akan memperkuat keterhubungan antara kebutuhan industri dengan kondisi di tingkat hulu,” ungkap Putu.

Menurutnya, para lulusan Cocoa Doctor diharapkan mampu menerapkan sekaligus menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada petani dan pelaku usaha di daerah masing-masing. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta pelatihan, tetapi juga dapat memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan kualitas dan produktivitas kakao nasional./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Program MBG
Ekonomi & Bisnis

INDEF: Sinergi Program MBG dan Koperasi Merah Putih Belum Optimal Libatkan UMKM

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

Ekonomi & Bisnis

Dorong Daya Saing di Pasar Global, Nestlé Perkuat Kolaborasi dengan Kemendag RI

TANGERANG, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Nestlé Indonesia terus memperkuat...

Ekonomi & Bisnis

SELMA Lippo Icon Gajah Mada, Destinasi Baru Berburu Isi Rumah 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SELMA, penyedia isi rumah di bawah naungan Kawan Lama...

Menteri Sarmuji
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji: Rusia Tawarkan Kerja Sama Kapal Ikan dan IT

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Rusia menawarkan kerja sama di bidang kapal penangkap ikan dan...