www.bisnistoday.co.id
Senin , 19 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Bikin PWI Lampung Kian Solid
NasionalNASIONAL & POLITIK

Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Bikin PWI Lampung Kian Solid

Pemilihan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan
Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan sambangi PWI Lampung memenuhi persyaratan pencalonan.
Social Media

LAMPUNG, Bisnistoday.co.id – Kontestasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung memasuki babak penting.

Wirahadikusumah maju sebagai calon ketua, sementara Adi Kurniawan didorong duduk di kursi Ketua Dewan Kehormatan (DK).

Keduanya menawarkan kombinasi pengalaman organisasi, kepemimpinan, dan integritas yang menjadi modal penting menghadapi tantangan profesi kewartawanan.

Bagi Syaiful Amri, mantan Wakil Sekretaris Bidang Aset PWI Pusat (periode 2023–2025) keduanya merupakan pasangan figur yang saling melengkapi.

“Saya melihat keduanya sebagai paket komplet. Satu punya orientasi kepemimpinan, satu lagi punya wibawa etik. Paten punya ini barang!” ujar Syaiful, Senin 19 Oktober 2026.

Mantan Redaktur Pelaksana Disway.id itu menilai Wirahadikusumah memiliki bekal kuat untuk kembali memimpin PWI Lampung.

Pengalaman organisasi dan kematangannya di ruang redaksi (Mantan Pemred Radar Lampung) menjadi modal penting.

“Wira punya pengalaman memimpin organisasi sekaligus memahami denyut keredaksian. Kembalinya dia merupakan angin segar bagi PWI Lampung untuk terus tumbuh dan kian solid,” katanya.

Syaiful menilai energi generasi muda perlu mendapat ruang dalam organisasi profesi. Namun, semangat perubahan harus berjalan bersama tanggung jawab dan kematangan mengambil keputusan.

“Anak muda harus punya orientasi maju. Organisasi jangan cuma sibuk merawat nostalgia, tetapi juga berani keluar dari tradisi lama,” ujarnya.

Sementara itu, Syaiful menilai Adi Kurniawan layak memimpin Dewan Kehormatan PWI Lampung.

Ia melihat Adi memiliki penerimaan luas di kalangan senior maupun junior.

Adi Kurniawan merupakan cermin idealisme organisasi. Pengalamannya tidak perlu diragukan.

“Dia senior sekaligus panutan bagi banyak jurnalis, termasuk saat saya di Radar Lampung. Intinya kehadiran keduanya bikin PWI makin solid,” kata Syaiful.

Idealisme Pers Tak Boleh Berhenti di Meja Panjang

Bagi Syaiful, kepemimpinan PWI tidak cukup bertumpu pada jumlah dukungan, kuatnya jejaring, atau tingginya nilai tawar politik organisasi.

PWI membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga martabat profesi ketika kepentingan bisnis, kekuasaan, dan popularitas semakin sering bersinggungan dengan kerja jurnalistik.

“Jangan sampai wartawan paling berani ketika mengkritik orang lain, tetapi mendadak kehilangan suara ketika kepentingannya sendiri tersentuh,” ujarnya.

PWI memiliki tanggung jawab menjaga kepentingan publik terutama kesehatan organisasi termasuk individu yang ada di dalamnya.

“Saya sangat yakin Wira dan Kak Adi paham bahwa duduk sebagai petinggi di PWI Lampung bukan mencari tepuk tangan. Tapi upaya menjaga tiang organisasi, dan marwah jurnalis!” kata Syaiful.

Di tengah situasi itu, PWI kerap berhadapan dengan realitas yang tidak romantis.

Wartawan di dalamnya dituntut kritis, tetapi tidak semuanya memperoleh kesejahteraan dan perlindungan yang layak.

“Jujur agak ironis, kita diminta menjaga demokrasi, sementara sebagian pekerja pers masih berjuang menjaga dapur sendiri. Idealisme penting, tetapi kesejahteraan juga bukan bonus,” ujarnya.

Karena itu, Syaiful berharap PWI Lampung mampu memperkuat perlindungan profesi, meningkatkan kompetensi wartawan, dan membuka ruang regenerasi yang sehat.

Organisasi juga perlu memastikan senioritas menjadi sumber pengetahuan, bukan tembok penghalang bagi gagasan baru.

Sebaliknya, regenerasi harus menghadirkan penghormatan, bukan sekadar pergantian wajah.

“Senior punya pengalaman, junior membawa energi. Kalau keduanya mau saling mendengar, organisasi bisa bergerak tanpa kehilangan arah,” katanya.

Ia berharap kontestasi PWI Lampung melahirkan kepemimpinan yang mengutamakan persatuan tanpa membungkam perbedaan pendapat.

“Solid bukan berarti semua orang harus sepakat. Solid itu ketika kita berbeda pandangan, tetapi tetap punya komitmen menjaga rumah bersama,” ujar Syaiful.

Pada akhirnya, pemilihan pemimpin PWI Lampung bukan sekadar perlombaan memperoleh suara.

Kontestasi ini juga menjadi kesempatan menguji komitmen terhadap masa depan pers.

Wartawan membutuhkan organisasi yang kuat menghadapi tekanan, adil terhadap anggotanya, dan berani menjaga independensi dari kepentingan apa pun.

Sebab, pers yang sehat tidak lahir hanya dari gedung yang megah atau struktur organisasi yang rapi.

Pers tumbuh ketika wartawan berani berkata benar, bahkan saat kebenaran tidak menguntungkan siapa pun.

“Jabatan boleh berganti, kepengurusan boleh berubah, tetapi idealisme jangan ikut dimutasi. Kalau pers kehilangan keberanian, publik kehilangan salah satu cara untuk mengawasi kekuasaan,” tutup Syaiful Amri.

Pendaftaran Sudah Dibuka

Untuk diketahui Tim Penjaringan dan Pendaftaran (TPP) membuka pendaftaran calon Ketua PWI Lampung periode 2026–2031 pada 19 – 26 Oktober 2026.

Masa perbaikan tidak memperpanjang masa pendaftaran. Karena itu, setiap bakal calon harus menyerahkan dokumen sesuai jadwal.

Panitia juga mewajibkan setiap bakal calon hadir langsung saat menyerahkan berkas. Pendaftar tidak boleh mengutus perwakilan maupun liaison officer (LO).

Daftar Pemilih Sementara (DPS) saat ini mencapai 529 pemilih. Setiap bakal calon membutuhkan sedikitnya 53 dukungan untuk memenuhi ambang batas pencalonan.

Ketentuan tersebut menggunakan batas minimal 10 persen dari jumlah pemilih, dengan pembulatan ke atas.

Panitia membuka pelayanan selama masa pendaftaran, termasuk pada Minggu.

Pada hari kerja, pelayanan berlangsung pukul 09.30–16.30 WIB, sedangkan Minggu pukul 09.30–15.30 WIB.

Setelah memeriksa berkas, TPP meneruskannya melalui Ketua Organizing Committee (OC) kepada PWI Pusat.

Pengurus pusat berwenang menetapkan bakal calon menjadi calon resmi.

Dengan demikian, bakal calon perlu memastikan kelengkapan administrasi dan dukungan sebelum batas waktu berakhir.

PWI Pusat kemudian menentukan kelayakan setiap bakal calon sesuai ketentuan organisasi.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Wakaf Produktif untuk Kesehatan, Rumah Sakit di Kabupaten Bandung Direncanakan Dibangun di Soreang

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Pemanfaatan wakaf produktif untuk sektor kesehatan menjadi salah satu...

Pesawat Lion Air
Nasional

Kemenhub Terus Pantau Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terus memantau dampak...

Nasional

Abadikan 50 Karya Jurnalistik Terbaik, BCA Luncurkan Buku Literasi Keuangan 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– BCA Digital menggelar puncak penganugerahan bluPressAwards 2026 melalui peluncuran buku...

Nasional

UPI Raih Tiga Penghargaan Kehumasan pada TOP GPR Awards dan AHI 2026

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meraih tiga penghargaan dalam dua...