SULTENG – Calon gubernur (Cagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid dikenal sebagai sosok pemimpin yang telah melalui berbagai tantangan dalam perjalanan karirnya. Pengamat politik Universitas Tadulako, Muhammad Khairil, menilai perjalanan panjang Anwar Hafid dalam politik membentuknya menjadi seorang pemimpin yang matang, berpengalaman, dan memiliki nama baik di masyarakat.
“Anwar Hafid sudah melewati banyak ujian yang panjang dan berliku, dan lebih dari itu, beliau punya investasi besar dalam politik yakni nama baik,” ucap Khairil, dalam keteranganya, Selasa (30/7).
Pernyataan Khairil ini mencerminkan betapa pentingnya reputasi dan integritas dalam karir politik seorang pemimpin. Karir panjang yang telah diukir oleh Anwar Hafid nyatanya membangun kepercayaan dan dukungan dari masyarakat luas.
Perjalanan karir Anwar Hafid berawal dari Kepala Desa di Rantebala pada tahun 1992. Pengalaman sebagai kepala desa ini sekaligus memberinya wawasan tentang tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di tingkat akar rumput, yang kemudian menjadi fondasi kuat Anwar Hafid untuk menghadirkan berbagai program pro rakyat.
Karirnya terus berkembang, menjabat sebagai pemimpin Kecamatan Towuti pada tahun 2000, Kecamatan Nuha pada 2003, dan Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur pada 2005. Puncaknya, ia dilantik sebagai Bupati Morowali pada Desember 2007, posisi yang diembannya selama dua periode hingga 2018.
Rekam jejak karir sedari bawah, lanjut Khairil, membuat Anwar Hafid tidak hanya mendengar aspirasi dari masyarakat. Melainkan langsung melihat, menyaksikan, bahkan merasakan problema yang terjadi di sekitar masyarakat.“Beliau tidak hanya mendengar tapi juga melihat, menyaksikan, dan yang utama adalah merasakan,” tegas Khairil.
Dalam upayanya untuk memimpin Sulawesi Tengah, Anwar Hafid membawa visi yang kuat yang didasarkan pada pengalaman langsung dan interaksi nyata dengan rakyat. Program utamanya yakni Berani Cerdas dan Berani Sehat.
Dua program ini bukan hal baru bagi Anwar Hafid, menghadirkan pendidikan dan kesehatan gratis pernah ia lakukan ketika menjabat Bupati Morowali. Lebih detil, Bermai Cerdas mencakup inisiatif NAMBASO (Anak Miskin Bisa Sekolah), program yang memberikan akses pendidikan gratis hingga level perguruan tinggi bagi anak-anak Sulteng.
Di sisi lain, Berani Sehat fokus pada peningkatan layanan kesehatan, termasuk cakupan BPJS gratis untuk pasien kelas III dan rencana pembangunan rumah sakit berstandar internasional di Sulteng. Rumah sakit ini akan dilengkapi dengan tenaga dokter ahli dari luar daerah guna memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi rakyat./



















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)






















