www.bisnistoday.co.id
Selasa , 20 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Rupiah Kembali Menguat
BursaBURSA & KORPORASI

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Rupiah Kembali Menguat

Kurs rupiah pada perdagangan Jumat (28/4) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan didambut positif pelaku pasar uang. Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada Selasa (19/4) ditutup menguat 10 poin ke posisi Rp14.346 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Analis DCFX Futures, Lukmas Leong mengatakan, secara fundamental rupiah memang masih solid, didukung oleh harga ekspor komoditas yang tinggi.

 Menurut Lukman, kondisi saat ini sebenarnya tidak berbeda dengan era booming komoditas pada 2000-an ketika rupiah sangat kuat di bawah Rp10.000 per dolar AS.

“Walau di bawah tekanan USD, rupiah sebenarnya masih memiliki ruang penguatan yang cukup besar. Namun saya melihat kebijakan dari BI yang lebih mengutamakan kestabilan kurs yang dimana secara tidak langsung juga menjaga kestabilan harga atau inflasi,” ujar Lukman seperti dikutif Antara, Selasa (19/4).

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia baru saja memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 3,5 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, keputusan tersebut sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat, terutama terkait dengan ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina

Lukman menyampaikan, ekonomi Indonesia lebih dari 50 persen ditopang oleh ekonomi domestik yang dimana kestabilan harga dan kurs menjadi sangat krusial.

“Surplus neraca perdagangan diperkirakan masih akan terus mendukung rupiah dalam beberapa waktu ke depan dengan harga komoditas terlihat tidak menunjukkan akan menurun dalam waktu dekat,” kata Lukman.

Pada awal pekan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 4,53 miliar dolar AS pada Maret 2022 dengan nilai ekspor 26,50 miliar dolar AS dan impor 21,97 miliar dolar AS, serta merupakan surplus neraca perdagangan selama 23 bulan secara beruntun.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Maret 2022 masih mengalami surplus 9,33 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang angkanya surplus 5,52 miliar dolar AS dan pada 2020 yang angkanya surplus 2,54 miliar dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.354 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.319 per dolar AS hingga Rp14.357 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.347 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.356 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Ungkap Pelanggaran Transaksi Saham DSSA, BREN dan CUAN

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang...

hsg melemah
Bursa

IHSG Anjlok 11,4 Persen, Kekhawatiran Status Pasar Indonesia Picu Aksi Jual

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Buka Suara Soal MSCI Akan Reklasifikasi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi pengumuman MSCI Inc. per...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Implementasi KAPJ Untuk Integrasi Kesehatan Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) menandatangani Perjanjian Kerja...